Diberdayakan oleh Blogger.

Colours of Life

some though of mine, myself, and my life ~


Kadang, kita menemukan rumah justru di tempat yang jauh dari rumah itu sendiri. Menemukan teman, sahabat, saudara. Mungkin juga cinta. Mereka-mereka yang memberikan ‘rumah’ itu untuk kita, apa pun bentuknya.

Tapi yang paling menyenangkan dalam sebuah perjalanan adalah menemukan diri kita sendiri: sebuah rumah yang sesungguhnya. Yang membuat kita tak akan merasa asing meski berada di tempat asing sekalipun…

… because travelers never think that they are foreigners.



-Cuplikan novel Life traveler-



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

“ kita memang hidup dalam sekat - sekat, pengotakan, pelabelan dan saat label kita dicabut kita bukan siapa - siapa lagi..
andai kita boleh memilih pasti kita akan memilih hidup bahagia, serba kecukupan dan apa yang kita mau ada, tapi ga ada jaminan dalam hidup buat selalu bahagia..
kadang kita tidak dihadapkan pada pilihan, seperti burung - burung senja itu yang sewaktu bisa jatuh kapan saja tanpa kembali lagi ke sarang mereka..
kadang kita merasa waktu telah mematahkan sayap - sayap kita dan waktu pulalah yang mengajarkan kepada kita untuk mengerti dan tidak memilih.."

-cuplikan film Malaikat tanpa Sayap-

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Grey describe neutral, non-committal, cold sophisticated. Grey also signify psychologically gloominess, sadness, ghosts, ashes, cobwebs, and the dust of a haunted house and other scary things.  People in this grey area sometimes have made compromises in their lifestyles. They are practical and calm and don't like to attract attention. And certainly, what I said and wrote after all is not must be the real of me.  I just look something different from  grey. And grey, not always means "trouble inside".

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Orang yang ( Insya Allah ) SUKSES adalah mereka yang mau berusaha dan berjuang diatas rata - rata usaha orang lain , berjuang disaat yang lain terlelap. Dan lebih banyak waktu untuk berfikir daripada untuk tidur. 

- Man jadda wajada -
- Keep spirit until the end -
- Ich würde zehn Schritte gehen, wenn jemand anderes geht noch einen Schritt -


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kali ini aku akan menulis pandanganku tentang pergaulan anak jaman sekarang, khususnya model 2012 ! kenapa ? kaget ? penasaran ? oke mari kita kupas dahulu dalam beberapa point berikut :
1.   Pergaulan diluar batas
sering aku lihat pergaulan cewek dan cowok kini sudah diluar batas kewajaran, apalagi anak kos ; yang jauh dari kontrol orang tua. BEBAS , LEPAS ! yah, mungkin itu slogan yang mereka tanam. Bagi mereka, hamil diluar nikah , dugem dan free sex adalah hal yang biasa, *astaghfirullah.  Keluar masuk kandang juga sudah biasa, seakan mereka memiliki dunia yang hanya milik mereka saja! meski setahun ini diriku juga dinobatkan menjadi anak kos, namun sampai detik ini aku masih menjaga nilai dan etika dalam bergaul.

2. Sampah masyarakat

Banyak sekali dijumpai di gang-gang kecil ataupun di pinggir jalan, sampah masyarakat, preman dan sejenisnya ! mereka nongkrong disana dan disini , dengan gayanya yang  mereka anggap “gaul” . Setel musik keras – keras  gak jelas, mengganggu  orang  yang sedang lewat, keterlaluan gak tuh ?  Belum lagi jika ada orang tua yang memberi nasehat, seakan nasehat itu hanya memantul di telinga mereka, belum sempat masuk.  Sekali lagi, hanya memantul, pemirsa.  Dan, kehidupan mereka tidak jauh dengan rokok , hitam , rantai , dan negative thinking dari masyarakat. Kondisi ini semakin parah saat mereka mempengaruhi para pelajar untuk mengikuti jejaknya, tidak hanya anak SMP atau SMA, anak SD pun sudah mulai mengenal dunia mereka. Bagaimana saat narkoba sudah memasuki kehidupan mereka ? bisa sakaw di sekolah ! kalau sudah begini, siapa yang akan bertanggung jawab ?

3.  Memudarnya nilai sopan dan santun

Bisa kau bayangkan ? saat orang memberi nasehat dan tuturan, terkadang dengan gayanya yang “gaul” lagi, mereka mengangkat dan menunjukkan jari tengahnya kemudian berkata “what the…..”  . Hahaha, maksud lo ? katanya sih gaul ya, padahal di western sana, arti dari mengangkat jari tengah itu berbeda dari yang biasanya anak muda lakukan disini. So, gak usah sok keren dan sok western deh kalau belum tau arti yang sesungguhnya. Malu dong sama diri sendiri ! selain itu, etika mereka dalam berbicara pun sudah berbeda dari adat kita, dahulu saat orang tua sedang berbicara, kita tunduk dan mulai berbicara saat diijinkan. Namun sekarang,  mereka sering memotong pembicaraan orang tua dan mereka tidak mau diatur.

4. Adanya “boyband/girlband”
Mungkin masih ambigu ya boyband/girlband disini maksudnya mereka hidup terkotak – kotak, bekelompok – kelompok, yang kaya dengan yang kaya, kelompok ABG yang punya BB, yang ber mobil,  dan sebagainya . Mereka masih mempertahankan GENGSI ! saat diajak untuk mengikuti organisasi remaja di desa pun, mereka dengan sigap menjawab TIDAK ! lagi dan lagi, GENGSI yang dipertaruhkan.

5.  Menipisnya rasa cinta tanah air
Berdasarkan survey , banyak pemuda yang tidak tahu menahu tentang lagu kebangsaan mereka sendiri ! paling hanya Indonesia Raya yang biasa dikumandangkan setiap hari senin.  Itupun juga terjadi pada lagu daerah, mereka tak mengenal budaya sendiri. MIRIS ! 
Bagaimana mau hafal lirik, penciptanya saja mereka tak tahu.  Dan parahnya , gak mau tahu ! this is the big problem ! Namun, mereka begitu hafal lagu – lagu barat, sebagai contoh   AX7 , Muse, Linking Park, dan teman - temannya. Mereka kehilangan esensi dari lagu di dalam negeri.  Saat melihat track list MP3 pun hanya ada barisan lagu barat, indie, folk, jazz dan boyband/gilrband.
Bahkan, anak – anak jaman sekarang pagi hari sudah berkicau “ Baby I miss you , miss you , miss you so much…” , dulu saat aku sekolah diperdengarkan lagu – lagu kenangan nostalgia, lagu anak – anak *baca : joshua, tasya dkk, lagu keroncong dan lagu daerah oleh ayahku. Sekarang aku kaget melihat kondisi anak – anak yang “addicted to music that not give them essential value”.  Dan parahnya itu hanya untuk pamer saja , bukan penikmat musik yang sesungguhnya. What a pity .

6.   Life Style yang over dosis
Anak SMP dan SMA versi 2012 sangat terlihat berbeda dari versiku dahulu. Sekarang , dandanannya gak mau kalah dengan ibu – ibu yang mau arisan dan mba SPG. Make up yang berlebihan, berpakaian yang kurang wajar, dan tidak memposisikan diri bagaimana mereka menggunakan pakaian yang pantas sesuai acara yang sedang berlangsung. Antara mau ke mall dengan pergi ke sekolah sangat berbeda tipis ! terkadang memakai pakaian yang “You can see”  dan salah dalam mix and match’in  baju, sehingga secara kasat mata terlihat aneh. Dari segi rambut entah cewe atau cowo , seakan salon sudah menjadi rumah mereka. Dari atas hingga bawah hampir memakai produk ternama, entah asli  ternama atau hanya cover, dan masih menggunakan tittle "alay".




7.      Merebaknya “Anak Lebay”
Ini masih sering terjadi , entah para pelajar, calon mahasiswa, bahkan mereka yang sudah menjadi   mahasiswa. Entah dalam sms nya yang alay , contoh : “ k4k, aquW beLooM d4Pet keL0mPok NicH, giMan4 donKz kAaA.. kAk4 kaN paNiti4…huFh……….” Tulisan begitu walau mereka pikir sepele, namun bagi yang “normal” akan merasa kesulitan dalam membaca, membuat mata sakit ! selain hal tersebut, ada pula “Anak Lebay” dalam artian yang hatinya selalu mellow dan galau. Berbicara sedikit tentang cinta, mereka langsung cekatan menyangkut-pautkan dengan lirik – lirik lagu.  Ini kondisi yang begitu menjamur di kalangan anak muda sekarang, entah darimana memulainya.

8.  Sok eksis
Dalam hal ini adalah mereka (pelajar) yang suka mencorat – coret dinding sekolahnya , entah dengan nama organisasi mereka, atau nama mereka. Justru ini akan terlihat karakter organizer yang sesungguhnya, kan ? ditambah lagi mereka yang hobby mencorat – coret meja dan kursi dengan tipe- X ,  tinta , spidol dsb. Ini sungguh sangat merusak mata, bisa dibayangkan ? jika suatu saat ada kunjungan “sister school” ataupun turis asing , dan melihat kreatifitas tersebut.  



9. Dibodohi oleh teknologi
Mereka tidak memanfaatkan teknologi yang ada dengan semestinya. Orang tua sudah bersusah payah membelikan laptop, HP, Tablet, dsb agar digunakan sebaik mungkin sebagai fasilitas pendidikan. Namun yang terjadi yaitu, mereka menggunakannya untuk online , WiFi-an, Update status sepanjang hari, berkicau di twitter setiap waktu dan asik dengan dunianya yang “Lebay”.  Memiliki banyak jejaring sosial, namun tidak memanfaatkannya dengan baik. Bagaimana saat orang tua mereka mengontrolnya ?

10. Dimanjakan dengan private school
Dahulu, saat SD dan SMP aku belajar dengan teman – teman, terkadang ke rumah guru sekali dua kali. Dan dari situ kami belajar kemandirian dan mengerti arti saling melengkapi dalam kebersamaan.  Namun,  sekarang masih kelas 3 SD pun sudah di private kan di lembaga bimbingan belajar yang ternama, dan sekali lagi , kebanyakan karena gengsi dan iming – iming akan menghasilkan output yang berkualitas.  But, it’s Unpredictable, right ? kembali lagi ke kondisi anak – anak.  Jadi, dimana fungsi sekolah sebagai tempat untuk belajar ?  hal ini, secara tidak langsung memberikan gambaran tentang kondisi pendidikan saat ini,  mereka semakin manja. Bukan berarti melarang mereka untuk belajar di lembaga private, namun seakan mereka tidak mempercayai sekolah yang mereka pilih sendiri untuk belajar. Kalau begitu , lebih baik  belajar saja di lembaga private daripada menyusahkan berbagai pihak.

Padahal nih ya, mereka semua yang aku tulis adalah generasi muda Indonesia, mereka yang nantinya akan memimpin negeri ini, di tangan mereka nasib bangsa ini. Tapi apa yang terlihat ? Entah moral , etika , kesopanan dan budaya ada dimana , negeriku semestinya tidak seperti ini. Namun, AKU PEDULI terhadap kondisi masa depan bangsa ini , memang sedih melihat kondisi sekarang. Tenang, masih ada yang peduli terhadap kondisi bangsa ini, yaitu mereka yang tak mau terus-menerus dijajah oleh bangsa sendiri, dan mereka yang siap menjadi agen perubahan, dan tentunya, mereka yang mau berfikir dan bertindak.  Degradasi moral anak muda ! saatnya kita melihat Indonesia ke depan, kita masih punya harapan. Untuk teman – temanku dimanapun kalian berada saat ini, semoga pesan ini tersampaikan pada lubuk hati kalian dan bersama – sama kita bangkit untuk masa depan bangsa yang lebih baik ! INDONESIA BISA !


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

HAPPINESS is something that indescribable into the words, until totally absorbed in feel and mind. And HAPPINESS is the one invisible aids that can bring us into the eternity of life.
- Fildzah Kharisma N.H -
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar



…….Dan aku adalah lilin yang masih tetap berpijar diantara lilin yang telah padam…
Aku masih punya harapan untuk tetap bersinar, aku masih punya kehidupan yang begitu indah ,
Biarlah yang lain berkata apa, beginilah aku, yang selalu akan menjadi diriku sampai kapanpun.
Aku akan terus berpijar, selama bumi ini masih membutuhkan cahaya lilin ini.
Dan asal kau tahu, cahaya ini bukan aku yang mencipta,
Yang memiliki alam semestalah semua berasal.
Lilin ini kan terus berjuang tuk terus berpijar, dan terus berpijar tuk menerangi bumi yang gelap ini.
Dan mempersembahkan kepada sang Pencipta kehidupan, Sang Maha Agung Yang begitu Bercahaya.
Biarlah kurasakan hembusan angin yang akan menerpa cahayaku.
Namun, ku kan tetap setia berpijar.
Biarlah kurasakan dinginnya air yang kan membasahi tubuhku.
Sekali lagi kukatakan, ku tetap kan berpijar meski yang lain telah padam.




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Guys, I really love rain. Even when I was child I often waited  for the rain while sat on the terrace or stand up behind the windows of my house. I always believe that there is rainbow after raining. It means, that  there will come happiness after sadness and crying. I really like the rain, because the drops cause the tone and rhythm.
The rain brought me to peace that is eternal. Maybe you don’t believe it.  But, whatever you’re thinking of, truly I love the thunder as it is a painting of God which is so light, as the lightning was so powerful, heart bluffing guys :)
Rain can cover and be a poker face, when I'm crying. No bodies know. Just me and God, also the rain.
Rain, your drops bring the blessings for every creature in this earth. The water flows into the soil, giving life to plants, animals and supplies to the human.  Simple but meaningful, right?
Rain, sometimes it heals my wounds that are not dry yet,  which is still a gaping wound. Message of peace that He brought to me through the rain was so meaningful and so entrenched  trough of my heart.
Rain, the water flow is so cool, giving peace for every soul in this earth. every your drop bring the love and compassion. I felt warmth in my cold. Sometimes rain makes my heart melt, and suddenly it heal my gaping wound.
Rain, would you come and sit down with me with your peaceful  ever after?  Will you accompany me even if I’m alone ? 


Imagine this picture, when I was child 


Looking the rain behind my window, so peaceful :)


feel the warmth inside cold, even if in lonely 


or with couple :D


Yap, this drop "simple but meaningfully"

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

God, I just want to briefly take off all my problems. Just a minute God, please. I miss my parents, I miss home and family.  Now, I think this is only emptiness, God. I know, and I believe that You're always beside me, when all the trouble comes, when the allegations attack me, when mistrust comes, I need  my father’s hug, also my mom. God , it doesn’t mean that I am weak, right ?  Because I miss them so much . I know,  both of us are busy, and therefore allow me to kiss their feet, maybe even shed a tears on their shoulders. I miss the comfortable thing.  Ya.. When all the problems come too close then hitting my life, all I give and turn on to You, my Lord.  Sometimes I just want to feel a moment of happiness and peaceful, certainly with my beloved peoples.  Somehow,   it’s very hard at all. I know, it'll make me stronger and mature in the face of reality. God, guided me into your path. And let me take a moment to fly around the sky and stopped  at Your moon. Even just a minute, then I picked the star up there. Be mature, get up as soon as possible, keep strong and cool, Fild !



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Tulisan ini aku buat khusus untuk sahabatku  ( cewe ) sebut saja dia “mawar”. Dia begitu tegar dan sabar menjalani hidupnya yang begitu berat, dia tak pernah menyerah melawan penyakit yang dia derita. Hingga Tuhan memanggilnya. Aku yakin Tuhan sangat sayang padanya. Maka Dia mengambilnya kembali dariku. Begini ceritanya :
Aku dan dia, sudah seperti kakak dan adik. Sejak kecil, dari TK hingga sekarang kami bersama. Dari SD pun kami selalu duduk bersama, kami sering saling mengejek, menjambak rambut, mencontek, dimarahi guru, berangkat bersama, makan jajan bersama, sering saling bonceng sepeda, mengaji dan menghafal al-qur’an bersama, tertawa bersama dan kami begitu bahagia saat itu.  Kami pernah berenang di rumah dia yang padahal itu adalah kolam ikan yang sangat besar, aku masih mengingatnya dengan jelas ! dan ada yang mengenai kakiku , lele ! hahaha.. dia tertawa puas sekali melihatku basah dan terluka. :D. Kami belum mengerti masalah orang dewasa.  Saat SMP pun, meski kami berbeda sekolah, aku dan dia tetap bersama. Belajar , bersendau gurau, dan mulai mengenal masa remaja. Kami pernah menjadi pager ayu dalam resepsi pernikahan saudaraku. Aah.. betapa bahagianya kami. Persahabatan yang begitu indah, tanpa mengenal “aku dan kamu” tetapi kami selalu menyebutnya dengan “kita”.  Dia pasti masih ingat, saat bulan ramadhan, kami selalu bersama pergi ke masjid, terkadang buka bersama. Dan setelah itu kami menyalakan kembang api dan wow !! betapa senangnya kami waktu itu.
 Musim itu telah berlalu, dan kami memasuki masa SMA.  Aku memang tak satu sekolah dengannya, dan jarak pun memisahkan kami saat itu. Terkadang, kami hanya bisa bertemu seminggu sekali, barang 1 – 2 hari untuk bersama, seperti biasa, memandang langit , melihat bulan dan bintang.  Aku masih ingat betul, hadiah – hadiah yang ia beri padaku saat aku ulang tahun, aku masih menyimpannya. Dan kuharap, dia pun masih menyimpan hadiah dariku.
Mulai disini, semua berubah drastis. Dia sakit. Aku rasa, ini sakit biasa. Namun, ternyata tidak. Aku sungguh tak tega melihatnya. Semenjak itu… dia lebih sering diam, tak banyak bicara padaku. Mungkin karena rasa sakit yang ia rasa. Dan perlahan, semakin sakit katanya. Ditambah dengan masalah keluarga yang ia hadapi. Semenjak SMA, aku memang sudah jarang main dengannya, karena kesibukan dan berbagai kegiatan di sekolah, dan sekali lagi..jarak yang memisahkan kami.  Dia mengirim surat padaku, disana dia bercerita tentang masa – masa SMA dengan teman – temannya, tentang orang tuanya, tentang keluarganya, dan yang pasti tentang hidup dan rasa sakit yang ia derita. Sebagai sahabat, aku berusaha untuk meyakinkan dia, bahwa dia pasti akan sembuh. Dengan tegar dan sabar… dia jalani segala terapi. Aku balas suratnya, dan dia pun membalasnya lagi. Kau tau sobat ? aku masih menyimpannya dengan sangat rapi. Tiada orang yang tahu akan segala isi surat itu, kecuali aku, dia dan adiknya.
18 tahun sudah kami bersama, februari kemarin adalah ulang tahunnya yang ke 19 tahun. Lagi dan lagi, kami memang dipisahkan jarak. Aku kuliah disini, dan jarang sekali aku pulang. Sesekali ia memberi kabar padaku, tentang terapinya, tentang orang tuanya, dan tentang kehidupannya. Dan diapun menanyakan padaku tentang rasanya kuliah. Terkadang, aku merasa bersalah, karena ia ingin bertemu denganku namun aku masih terpaku pada kesibukanku disini.  Tapi sesekali aku pulang dan menengoknya, ku ajak dia keluar dan makan bersama, ku ajak dia mengenang masa kecil kami, memandang bulan dan bintang, makan jajanan keliling, dan kami pernah kehujanan. Saat itu , aku begitu khawatir akan kesehatannya. Namun tak terjadi apa – apa padanya. Aku ajak dia keliling mall, aku ajak dia menikmati indahnya dunia agar sedikit melupakan rasa sakit yang ia derita. Matanya yang sayu, aku tak tega melihatnya. Aku pun tak kuasa meneteskan air mata didepannya.  Ah.. terlalu banyak kata jika harus ku ceritakan semua tentang persahabatan kami.
Sekitar bulan Maret..  anggap saja  XX-Maret-2012
Tiba – tiba saja hp ku berdering saat aku di kampus, dan adiknya mengabariku , bahwa “mawar” telah meninggal. Dia menghembuskan nafas terahirnya di dunia..  Aku shock , speechless dan diam mematung.  Lantas tanpa pikir panjang aku pulang ke rumah. Namun sayang, aku tak bisa melihatnya untuk yang terahir kalinya.  Meski keluarganya telah menungguku lama dan aku telah berpacu dengan waktu secepat mungkin, namun aku terlambat, mungkin karena jarak yang cukup jauh.  Jika memang hanya air mata yang bicara, air mata ini adalah air mata kasih sayangku padanya sebagai sahabatnya. Sesekali saat aku pulang ke rumah, aku melewati rumahnya. Dan melihat tempat yang biasa dia duduk, aku masih melihat bayangan itu, bahwa dia ada.
“ Sob, kami semua sayang padamu, namun Tuhan jauh lebih sayang padamu kawan , maka Ia mengambilmu.  Kawanku, kau mungkin takkan abadi, namun kau harus ingat  bahwa persahabatan kita abadi. Dan kita pernah punya cerita, bahwa kita pernah bersama. Kau adalah sahabat sekaligus kakak yang begitu tegar menjalani hidup, sabar dan tak pernah menyerah. Baik – baik ya disana, aku selalu mendoakanmu, aku selalu merindukanmu. Semalam aku memimpikanmu lagi.. Aku melihatmu tersenyum bahagia disana. Tuhan, jagalah dia. Kami semua sayang padanya. Dan terimakasih Tuhan, Kau telah menghadirkannya dalam hidupku”.
….  And I write it because of the missing time with some memories of my life with my best friend.  There is no intention to reveal, and no offense. 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Actually, there are strength inside weakness. Just about the side we are looking from.
Sometimes, we faced the uncertainty, faced something that we call it absurd, or something that requires us to decide the crucial things. Indeed, better have risk because we do something, rather than have risk because we doesn’t do anything.


That's life, teach us to be mature. To be patient with all the temptations that’s come and go alternately, be patient for defamation. Be patient when we had received word that actually should not give for us. Life is full of temptations, and God's love is always with us so that He teach us with giving some problems.  Calm down .. He will not examine us beyond our capabilities. Let's see, allow the nature describe what happens here, let it shows the process and of course.. the result !
Surely, God always besides us if we still believing about.  So we would know the truth of life. Everything happen for a reason.  So enjoy it and give thankful for maturity in yours. Cheers !

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

Fildzah Kharisma N.H

Fildzah Kharisma N.H

About me

I’m a girl who loves nature, green, environmentalist, and social humanitarian enthusiasm.

Halaman

  • Home
  • Travel
  • Contact

Visitors

Followers

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

recent posts

Label

  • cerpen
  • English
  • Environment
  • Friends
  • Goresan hati
  • Indonesia
  • Life Traveler
  • Masa sekolah
  • Opini
  • Perjuangan
  • Puisi
  • Religi

Blog Archive

  • Mei 2020 (2)
  • April 2020 (3)
  • November 2019 (1)
  • April 2019 (1)
  • November 2017 (3)
  • Oktober 2017 (2)
  • Januari 2017 (2)
  • Maret 2016 (2)
  • Maret 2015 (1)
  • Januari 2015 (1)
  • Februari 2014 (1)
  • Januari 2014 (1)
  • Desember 2013 (3)
  • Agustus 2013 (5)
  • Juli 2013 (3)
  • Juni 2013 (1)
  • Maret 2013 (3)
  • Februari 2013 (7)
  • Januari 2013 (2)
  • Desember 2012 (6)
  • November 2012 (2)
  • Oktober 2012 (3)
  • September 2012 (1)
  • Agustus 2012 (10)
  • Juli 2012 (2)
  • Juni 2012 (3)
  • Mei 2012 (3)
  • Maret 2012 (1)
  • Februari 2012 (3)
  • Januari 2012 (5)
  • Agustus 2011 (2)
  • Juli 2011 (4)
  • Juni 2011 (3)
  • Mei 2011 (5)
  • April 2011 (2)
  • Januari 2011 (1)
  • Desember 2010 (1)
  • Agustus 2010 (4)
  • Juli 2010 (3)
  • Juni 2010 (7)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates