Diberdayakan oleh Blogger.

Colours of Life

some though of mine, myself, and my life ~


Tepat hari ini, Sabtu, 02 Mei 2020 kita semua memperingati Hari Pendidikan Nasional. Pasti kita tak kan lupa akan semboyan dan figur yang melekat penuh tentang pendidikan. Yap, ialah beliau Ki Hajar Dewantara dengan semboyannya "ing ngarso sung tuladha, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani" . 

Jika kita melihat dari kacamata pendidikan, sudahkah pendidikan di Indonesia merata ? sudahkah seluruh warga negaranya dapat mengenyam pendidikan yang termaktub dalam UUD 1945 Pasal 31 ?

Kemudian aku teringat pada beberapa kali aku mengikuti kegiatan bertajuk pendidikan yang mungkin tidak asing lagi di dunia pendidikan yaitu "Kelas Inspirasi". Pertama kali aku mengikuti Kelas Inspirasi yaitu saat tahun 2017 di Tegal, penempatan di Desa Harjawinangun dan aku menjadi relawan fotografer. Bahkan saat itu aku ditunjuk dimintai tolong karena kekurangan fotografer. Disitulah pertama kali aku mengenal Kelas Insprasi. Masih belum terlalu tersentuh saat itu, karena aku teramat fokus pada tiap bidikan kamera yang menjadi hobbyku dan ku nyaman bermain dengan lensa untuk dapat menghasilkan gambar yang dapat menyampaikan cerita didalamnya. Ku mengenal beberapa relawan lain yang menjadi relawan pengajar yang berasal dari berbagai macam daerah sesuai dengan profesinya masing - masing dan mengenalkan cita - cita pada siswa - siswi sekolah dasar dimana kami ditempatkan. Kegiatan berlangsung hanya satu hari dan dalam satu hari itu proses belajar mengajar "diambil alih" oleh kami, lalu guru-guru pun ikut serta memantau anak didiknya. Uniknya, mungkin dalam proses KBM harian siswa - siswi belajar seperti biasa dan dikenalkan cita - cita tanpa ada "prototype" atau pelaku yang berprofesi langsung. Nah.. disini, dengan berbagai macam pengajar yang sudah berprofesi mengenalkan profesinya kepada siswa - siswi. Kebanyakan target dari kegiatan Kelas Inspirasi ini adalah sekolah - sekolah (SD) yang masih terpencil, jauh dari sentuhan modernitas atau pun bahkan bisa jadi di kota-kota namun memang masih dibutuhkan sentuhan dan pemahaman akan "what we called it dreams".


dokumentasi pribadi : salah satu siswa di SD Harjawinangun 01


Pada tahun 2018 aku diajak kembali untuk mengikuti Kelas Inspirasi Tegal, dan saat itu aku mencoba ikut seleksinya dan ambil peran sebagai relawan pengajar penempatan di area Bumijawa. Aku bersama para relawan lain ditempatkan di SD Sigedong 01. Mendengar kata Bumijawa saja sebetulnya cukup membuatku tertarik karena didukung dengan kondisi alam yang bagus. Saat itu aku mengenalkan tentang dunia pertanian dan lingkungan. Awalnya aku ragu, apakah anak - anak SD tersebut akan tertarik atau acuh ? Ternyata mereka tertarik dan ketika jadwal Back to School di dua bulan setelahnya, mereka masih mengingat para relawan dan saat aku ajak mereka untuk menanam (kebetulan tema yang diambil saat Back to School yaitu "menanam pohon bareng anak kaki gunung slamet" sehingga aku mengisi materi dan membawa beberapa jenis bibit tanaman untuk dibagikan dan ditanam bersama). Terlepas dari kepentingan apapun, aku sangat terharu bahwa guru-guru melihat kegembiraan para siswa saat dikenalkan tentang mimpi, cita-cita, dan bahkan point plusnya bagi aku pribadi, bisa dekat dan mengenal para generasi penerus bangsa ini, indeed. Terlebih, mereka hidup di lingkungan yang tiap mereka membuka mata di pagi hari, mereka bertatap langsung dengan anugerah Tuhan yang tiada bandingnya, kesejukan dan hamparan pepohonan yang menjulang membentuk gugusan bukit - bukit dan sesekali Gunung Slamet menampakkan kegagahannya. 


seorang siswa yang sedang menempelkan cita - citanya di pohon cita-cita.

Di tahun 2019 pun aku ikut seleksi KI kembali di tiga daerah yaitu Yogyakarta, Purwokerto dan Tegal. Namun saat di Yogyakarta kebetulan jadwal bersamaan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sehingga aku berhalangan hadir. Saat di Tegal pun aku berhalangan hadir. Sehingga hanya di Purwokerto yang bisa kuhadiri, itupun selama masa kuliah aku belum pernah mendarat di area Banyumas tepatnya di Desa Binangun. Aku ditempatkan di SD Binangun 03, dan wow ! it was awesome ! aku sangat merekomendasikan area ini menjadi salah satu rujukan untuk KKN Unsoed, atau mungkin sudah pernah (?). Karena banyak aspek kehidupan lainnya yang (masih) perlu ditingkatkan selain pendidikan.




Btw, anak - anak di Binangun pun sepertinya masih jauh dari sentuhan teknologi dan modernitas. Terlepas dari sudut pandang pribadi, sebagai tenaga pendidik, guru - guru di Binangun pun bercerita tentang kehidupan anak - anak disana dan betapa pendidikan disana menjadi pencerah. Terlihat dari gurat bahagia anak - anak pun ketika dikenalkan tentang mimpi dan cita - cita, menjadi jawaban atas rasa penasaranku. Bagaimana mungkin, kita bisa berkata bahwa pendidikan di negeri ini telah merata ? sementara banyak titik air mata dari para pendidik yang menghujani perasaan dan keibaanku setiap cerita demi cerita dan sayup - sayup terdengar rintihan akan kesejahteraan pendidik sementara mereka adalah pembawa lentera ? Melihat keluguan anak - anak disana membuat aku semakin tertampar bahwa anak - anak adalah generasi emas, mereka adalah aset bangsa yang perlu kita dorong, perlu kita jaga untuk menjadi garda terdepan dalam menghadapi perputaran zaman. 

Ingatanku kembali berputar pada saat aku berada di Pulau Sailus Kecil, disana hanya terdapat satu sekolah dasar, yang kondisinya pun cukup memprihatinkan baik dari sarpras maupun kurangnya tenaga pendidik. Jika ingin melanjutkan ke jenjang lebih tinggi maka harus berlayar ke pulau sebelah atau tidak sedikit pula yang berlayar ke Lombok. Ku teringat pada salah satu guru disana (bukan asli Sailus) yang pada akhirnya memutuskan untuk menetap dan mengabdi di Sailus. Hati siapa yang tidak bergetar membaca sebuah pengorbanan demi memprioritaskan pendidikan ? Betapa pendidikan hingga saat ini masih menjadi problema yang belum terpecahkan ? 
Sila bisa dilihat kondisi pendidikan di Indonesia Timur tepatnya di Pulau Sailus di video youtube pada blog ku di ENJ 2017 NTB. 


berfoto bersama anak - anak Pulau Sailus, sesaat sebelum berpisah.



Bagiku, pendidikan bagaikan oase di tengah gurun. Ia seperti tegukan air yang senantiasa menyejukkan keringnya dahaga. 
semoga kesejahteraan senantiasa memeluk para pembawa lentera, sang pendidik. Terimakasih kuucapkan kepada para guru di seluruh penjuru negeri ini. Semoga anak - anak Indonesia ini menjadi para generasi penerus bangsa yang tumbuh menjadi tonggak dan pembawa estafet yang patut kita banggakan.

Selamat Hari Pendidikan Nasional ! Jayalah negeriku !



bersama anak - anak di Bumijawa 
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Gunung Kelud
Gunung Kelud meletus pada tanggal 13 Februari 2014, bertepatan dengan saat aku melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Kota Batu – Jawa Timur selama 1 bulan. Tidak ada tanda – tanda sebelumnya, namun ketika subuh kala itu, aku dibangunkan temanku yang juga satu kost denganku dan mengatakan bahwa Gunung Kelud meletus. Aku berusaha tenang, aku buka handphone ku pun tidak ada sinyal. Karena posisi kami terpencar, beberapa temanku mengambil tempat PKL di Kediri – FYI, tempat PKL ditentukan oleh pilihan sendiri dari mahasiswa/i –, (sebulan sebelumnya aku telah survey ke Balitjestro bersama kakak-kakak angkatanku di himpunan). Aku baru bisa menghubungi temanku di Kediri setelah agak siang karena sedari pagi sinyal/komunikasi terhalang, sehingga saat siang hari aku hubungi mereka, dan ternyata mereka di evakuasi. Orang tua dan keluargaku pun menanyakan kabarku dan begitu khawatir, karena abu vulkanik dari Gunung Kelud cukup luas hingga ke Provinsi Jawa Tengah. Beberapa hari sempat mengalami “kegelapan” sehingga kami khususnya aku yang melakukan penelitian di perkebunan belum dapat melanjutkan researchku. Meski tiap hari selalu diberi pemandangan indah secara gratis, bisa menatap indahnya Semeru dan beberapa gunung lain di sekitarnya dari lantai 2 kost, beberapa kali melihat pelangi di kebun, merasakan dinginnya Kota Batu tiap malam, tiap hari mandi air hangat, berwisata petik tanaman, wisata ke BNS dan Jatim Park, ah seru !!

source : merdeka.com

Btw, aku mengambil topik “penyakit dan cara penanggulangannya pada tanaman anggur”, dan salah satu penyakitnya adalah embun tepung. Embun tepung tersebut berarna putih yang menempel di daun – daun tanaman anggur. Beberapa hari sebelum terjadi letusan, aku membuat beberapa “ramuan” atas hasil konsultasi dengan pembimbingku di kampus dan di Balitjestro. So, you can imagine guys after that? semua tanaman anggur yang ku teliti di kebun seluas itu terkena abu vulkanik, dan aku tidak bisa membedakan mana yang embun tepung dan mana yang abu vulkanik wkwkkw.. But, so far, I say thanks to God, on saving me well until back home and back to university, I’ll remember all the kindness of my family in Batu City, Kediri, Probolinggo, Malang, all Balitjestro’s staff.  SEMOGA SUATU SAAT KITA BISA BERTEMU KEMBALI. SEMUA SANGAT BERKESAN.


Gunung Slamet
Belum ada 1 tahun dari kepulanganku dari Kota Batu, dan masih teringat peristiwa Gunung Kelud meletus, pada bulan Agustus – September 2014 aku melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama teman – teman se universitas yang diacak random (aku punya banyak teman baru hehehe) dan finally aku dapat tempat KKN di Desa Sikapat, desa yang terletak di bawah kaki Gunung Slamet. Hari demi hari dilalui begitu asik karena banyak teman baru yang berbagai macam karakternya, dengan ibu kost yang sangat baik, dengan warga sekitar yang begitu sederhana dalam menjalani hari – harinya untuk bertumpu pada alam. Jadi uniknya, hampir seluruh mayarakat di Desa Sikapat berprofesi sebagai penderes. You know what ? Penderes itu adalah orang yang mengambil nira dari pohon kelapa untuk dijadikan gula merah. Nah !! That’s why we there. Apalagi aku dari pertanian, maka diberikan tugas khusus lah oleh dosen pembimbing KKN, untuk meneliti gula kelapa tersebut, dan menghimbau serta mengedukasi warga untuk tidak menggunakan obat kimia pada nira yang telah diambil. Ada keunikan disini, syarat untuk dapat menikahi anak orang adalah jika laki – laki tersebut sudah bisa memanjat pohon kelapa dan bisa menderes kelapa !, OMG, pantas saja beberapa kali aku discuss dengan para penderes kok masih muda – muda. Hmm.. Tapi yang sudah menjadi adat, biarlah mengalir begitu adanya. Aku fokus pada penelitian gula dari para penderes. Ohya, KKN ku sempat dijeda karena KKN dilaksanakan pada bulan puasa, dijeda lebaran kemudian setelah lebaran lanjut KKN kembali, sehingga setiap hari merasakan buka puasa dan sahur bersama teman – teman KKN dan warga Desa Sikapat. 

source : merdeka.com

Hari demi hari terlewati, aku fokus dengan ikut para penderes berangkat kerja, belajar naik pohon kelapa, wkwk.. dan terus menerus edukasi dari rumah satu ke rumah lainnya untuk mengecek dan memastikan bahwa para penderes sudah berhenti menggunakan bahan kimia dalam campuran nira, dan menggantinya dengan bahan alami. Sebenarnya kami tahu bahwa status Gunung Slamet saat itu sudah di level waspada, dan plang “JALUR EVAKUASI” pun sudah ditancapkan pada sepanjang jalan bahwa menjadi proker dari teman – teman yang KKN dari desa lain yang berfokus pada geologi/kebumian. Selain proker yang fokus pada gula, kami juga fokus pada pembuatan tungku. Saat uji coba tungku, beberapa kali mengalami dentuman dan tungkunya pun bergejolak, namun hal yang ku ingat sampai saat ini adalah ucapan beberapa warga saat kami panik, mereka mengatakan “sing tenang mas mba, ndakpapa, sudah terbiasa begini....banyakin doa, Slamet lagi batuk”. Aku berusaha meresapi dan merasakan ketenangan yang disalurkan oleh masyarakat Desa Sikapat, walaupun kami juga sudah siap jika di evakuasi. Tapi KKN terus lanjut hingga akhirnya kami EXPO di Alun – Alun Banyumas dengan mempromosikan produk kami dan masyarakat Desa Sikapat dengan nama produk “GULA KRISTAL SIKAPAT”, ah begitu mengesankan, hingga akhirnya kami tiba pada hari perpisahan. Finally, I hate the farewell ! Mengapa setiap pertemuan pasti harus ada perpisahan, tapi begitulah hukum alam. I say thanks so much untuk semua kenangan yang tak terlupakan, keakraban, kekeluargaan, dan tetap sama dengan saat di Kota Batu, SEMOGA SUATU SAAT KITA BISA BERTEMU KEMBALI, TEMAN – TEMAN KKN DESA SIKAPAT DAN MASYARAKAT DESA SIKAPAT, LOVE YOU ALL.


 Gunung Agung
Pada tahun 2017, Gunung Agung – Bali mengalami erupsi. Kepulanganku dari Pulau Sailus, aku kembali lagi ke Lombok beberapa hari sebelum pulang ke Jakarta dan Tegal. Malam sebelum pulang sebenarnya masih ragu, lanjut sehari lagi di Lombok, atau langsung pulang. Akupun ragu, ambil rute penerbangan Lombok – Jakarta, atau Lombok – Surabaya, karena kebetulan aku diajak mampir ke Surabaya oleh teman – temanku area Jawa Timur. Padahal Kak Ayu Silvi sudah menunggu di Jakarta, namun memang sebenarnya jadwal kepulangan dari Pulau sempat mengalami perpanjangan karena jadwal kedatangan kapal yang menjemput kami terlambat datang beberapa hari. Saat kami di pulau, tidak ada sinyal, tidak ada listrik, jadi saat terlambat pulang pun kami tidak bisa menghubungi siapapun diluar kehidupan kami di Pulau Sailus. Hehe.. I’m sorry kak, karena telat pulang L  Akhirnya daripada balik Jakarta sendirian, hmmm.. yasudah aku putuskan ambil rute Lombok – Surabaya. Because, temanku, Azizah, juga di Pulau Sailus, berangkat bersamaku namun dia di Pulau Sailus Besar, sedangkan aku di Pulau Sailus Kecil, sementara sebelum berpisah di Pulau waktu itu, Azizah sempat menyampaikan bahwa sepertinya dia bakal balik lebih dulu karena dia sedang studi lanjut S2 dan dia harus berangkat ke Bogor untuk bimbingan/kuliah. Yah bener deh, saat aku masih di Kapal perjalanan pulang dari Pulau ke Lombok, dan sempat dapat sinyal walau naik turun, masuklah SMS dari Azizah kalau dia sudah safe di Jakarta, hwaaa kangen ! Finally ku bisa menyapa duniaaaaa setelah sekian lama tenggelam di pulau tanpa kabar apapun. 

source: suarapubliknews.net

Yhaaa, back to the topic, hingga akhirnya sampai di Bandara LOP dan you know what happen ? ya delay because of Mountain Agung was eruption. Aku langsung keinget film ILY From 3000 Mdpl, mana momennya sama kan di Lombok. But, finally, alhamdulillah Allah masih terus melindungi hingga kami sampai di Bandara Juanda dengan selamat. Dan sampai detik ini, semua pengalaman dan kisah di Pulau Sailus sangat berkesan, dengan seluruh teman – teman dari berbagai macam provinsi, hidup tinggal satu rumah, cari ikan di pantai, tiap sore lihat senja, bercengkrama dengan kesederhanaan, dan keluarga di Pulau Sailus. Ya Allah, I miss them all so much ! PENGIN KETEMU LAGI !

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Bismillah, ijinkan saya berucap syukur kepada Tuhan. Hari ini, Sabtu, 17 Agustus 2013 Negara Republik Indonesia memasuki usia yang ke-68 tahun. 68 tahun, bukanlah angka yang sedikit. 68 tahun adalah angka yang sangat matang. Ibarat manusia, angka berkepala 6 tersebut pastilah sudah benar – benar matang.  Matang dapat pula diartikan dewasa. Dewasa berarti dapat memahami dan mempertanggungjawabkan segala tindakan, Tapi, apakah bangsa ini matang pula dalam menghadapi segala permasalahan yang terjadi ? Apakah bangsa ini telah matang dalam menyikapi segala konflik, menyingkap segala beda, dan berperilaku dewasa dalam menghadapi tantangan di era globalisasi ini ? Mari kita tanya pada diri kita, sudahkah negeri ini merdeka ? sudahkah bangsa kita memaknai kemerdekaan yang sejati ? kemerdekaan yang seutuhnya murni. Memang benar, apa yang dikatakan oleh Bung Karno yang kurang lebih seperti berikut, “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”. Merdeka berarti bagaimana kita memerdekakan diri dari segala beban yang kita buat sendiri. Kemerdekaan, semoga tak sekadar sepatah kata yang melintas di setiap jiwa bangsa. Di era globalisasi yang penuh dengan tantangan ini, menjadi bangsa yang merdeka tak sekadar berucap semata, namun kita buktikan bahwa kita mampu memerdekakan bangsa ini dari segala aspek yang masih menjadi konflik.
Berbicara tentang kemerdekaan, termasuk pula memerdekakan jiwa – jiwa yang terjerat. Termasuk pula memerdekakan hati yang terpenjara kegelapan. Tatkala semua saling menyingsingkan lengan, memahami solidaritas, toleransi umat, dan bersama mewujudkan visi Indonesia yang sesuai dengan konstitusi. Masa depan terbentang luas, bagi jiwa bangsa yang tak mengenal lelah dalam memperjuangankan nasib bangsa.
Bahwa faktanya makna kemerdekaan sejati belum tersentuh oleh seluruh elemen bangsa. Karena, masih banyak generasi yang hanya menginginkan hal – hal yang instan, masih banyak generasi yang tidak memperhatikan para pejuang yang kini telah terbuang, masih banyak pemimpin negeri yang belum dapat memimpin dirinya sendiri,  dan masih banyak lagi yang tak dapat saya sebut satu per satu.
Maka, melalui opini saya, bukan bermaksud untuk saling menyalahkan, namun marilah kita bersama membuka mata, dan semoga setelah ini akan ada bibit – bibit yang dapat merdeka, yang dapat meneruskan perjuangan para pahlawan dan pejuang yang belum terealisasi, bukan merdeka untuk satu pihak, namun merdeka atas nama Indonesia. Termasuk generasi penerus bangsa melalui cara, upaya, karakter, dan konsentrasi studi masing – masing. Hingga, pada akhirnya cita – cita leluhur bangsa terwujud, yang pada akhirnya menjadi cita – cita bangsa Indonesia sepenuhnya. Sadarkah kita ? Negeri ini banyak dilirik karena potensi yang besar, baik Sumber Daya Alam maupun Sumber Daya Manusia. Sadarkah kita ? telah banyak Negara bahkan lembaga Internasional yang mengakui keberagaman budaya dan sosial masyarakat yang sangat majemuk. Sadarkah kita ? banyak Negara yang cemburu akan kekayaan kita, akan negeri yang sangat  tersohor memiliki lebih dari 17.000 pulau. Namun, semua itu akan sirna, percuma dan sia – sia tatkala tidak diakui oleh bangsa sendiri, tatkala tidak dipelihara dan dirawat oleh bangsa sendiri, tatkala tidak dimanfaatkan untuk anak cucunya kelak, tatkala hanya sifat materialis yang meracuni otak bangsa ini, tatkala hanya mementingkan keegoisan semata.
Jujur, saya selalu merinding dan selalu bangga ketika lagu Indonesia Raya dinyanyikan oleh para pahlawan bangsa yang berjuang demi Tanah Air, ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan di Negara lain. Apakah kau merasakan hal yang sama, hai kawan  ? Maka, melalui tulisan ini semoga kita sebagai bangsa Indonesia bangkit, bangkit dari segala keterpurukan dan jeratan. Tetaplah junjung tinggi nama Indonesia, dimanapun, dan kapanpun kita berada.

Bersama ini, saya juga mengajak kawan – kawan negeri, walau tak dapat membantu banyak, walau tak bertemu muka, namun Tuhan selalu mendengar doa. Kita doakan saudara – saudara kita Ikhwan di Mesir, Mujahidin Suriah, Mujahidin Palestina, semoga bersabar hingga Allah menangkan dan memerdekakan. Karena, Mesir pun merupakan Negara pertama yang mengakui kemerdekaan Negara Indonesia. Sekian, opini saya tentang negeriku tercinta, semoga dapat menjadi semangat bangsa ! 

Berkibarlah Merah Putihku, Tetaplah engkau di dadaku !

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar



Air.. Air.. Air.. dimanakah air ?  aku  butuh air..
Bisa membayangkan betapa susahnya mengakses sumber air ? padahal kota ini dikelilingi dengan gunung dan  deretan pegunungan. Ya.. Banyumas ! khususnya Purwokerto.. di sebelah utara ada  gunung slamet yang setiap hari begitu jelas sekali terlihat, berasa berada di jarak 5 km dari gunung slamet. Kalau menengok di sebelah timur, barat dan selatan, deretan pengunungan dan bukit berjejer rapi. Sungguh indah !
Namun, sayang sekali aku harus merasakan susahnya mengakses air, kebutuhan terpenting ! perjuangan mendapatkan air sampai harus lari kesana kemari. Dan ini bukan hanya di tempatku , tentunya. Di tempat teman – temanku, di sebagian besar kos mereka pun mengalami hal yang sama. Di masjid – masjid pun menempelkan note *HEMAT AIR* . Yah, aku tahu, bahwa ini adalah musim kemarau. Namun, satu hal yang perlu diketahui.. ini pun karena ulah tangan manusia. Ladang sawah sudah mulai menipis, land reform dimana – mana. Yah, beginilah fenomena yang terjadi.
Aku pernah membaca artikel, tentang keadaan suatu negeri saat akses air sudah tak dapat dijangkau, saat mandi dan mencuci harus menggunakan air yang sama. Saat orang - orang berebut air entah di desa maupun di kota, saat mahalnya air bersih dalam satu gelas. Dan masih banyak lagi cerita – cerita masa depan disana. Mungkin, bila harus merangkak mencari air, akan mereka lakukan (di masa depan) atau bahkan sekarang ?
Ya, bagaimana dengan kondisi negeri itu saat ini? yang sedang begelimpahan air janganlah sombong dan jangan sok, gunakan seperlunya, tetap bersyukur. Yang sedang krisis air, bersabarlah dan tetap semangat !  dan kalau kau cerdas, pasti akan mencari solusi yang tepat akan krisis ini.  Bukankah ini tugas kita guys ? 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Subhanallah, akhirnya hari kemenangan telah tiba. Aku yakin, inilah saat yang paling ditunggu oleh umat sejagat raya. Tak terkecuali di negaraku, Indonesia. Begitu meriah sekali, selain karena hari raya, dua hari yang lalu bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI yang ke - 67. Sontak , suasana huru - hara dalam negeri ini begitu meriah. Bahkan, temanku dari Bangladesh pun mengatakan " I love Indonesia, it's amazing !" ya, inilah negeriku, dengan berbagai macam pluralisme, tapi tetap menjunjung tinggi toleransi. Dua hari yang lalu, ketika lagu Indonesia Raya diperdengarkan di telingaku, aku merinding ! entah kenapa. Getaran itu begitu dahsyat. Ketika sang Saka berkelebat dipermainkan angin , sungguh gagah nian warna Merah dan Putih itu menari - nari di angkasa. Saat - saat seperti itu, aku ingin seisi dunia tahu bahwa inilah Indonesia. Negeriku yang sangat kucintai , negeri yang orang bilang "surga dunia". Ingin rasanya ku teriakkan, "Aku cinta Indonesia" ! 
Suasana kemerdekaan tahun ini mungkin tak semeriah tahun - tahun sebelumnya, entah karena ini bulan puasa, atau karena sang waktu yang memang sudah berbeda. Rasa gemetar itu mengiringiku pula saat hari kemenangan, Hari Raya Idul Fitri 1433 H, lantunan takbir yang begitu melodious dan harmony dengan tabuh bedug dan pastinya, dengan moment yang alhamdulillah masih bisa kurasakan, bertemu dan berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara. Tangis dan deraian yang keluar mungkin itulah yang tepat untuk mewakili perasaan yang terselubung dosa, "maybe, there are nothing words to describe at all, just tears to represent the apologize one".

Ya Allah Yang Maha Pencipta, semoga darisini kami dapat mengambil hikmah akan segala kesalahan yang kami lakukan..

 Ya Allah Yang Maha Pengasih, semoga negeriku ;Indonesia..menjadi negeri yang makmur, sejahtera dan tercukupi. Semoga 'tinta hitam negeri' akan berubah menjadi 'putih' yang pada akhirnya membawa  'kemenangan' bagi setiap bangsanya. amin

 Subhanallah, dahsyatnya Agustus ! Kemerdekaan = Kemenangan !

 Aku ingin merasakannya lagi di tahun depan dan tahun - tahun sesudahnya. Semoga Allah masih memberi kesempatan, dan Dia selalu melindungi kita. Amin..
Aku bersyukur sangat lama..




SALAM MERAH PUTIH !!
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kali ini aku akan menulis pandanganku tentang pergaulan anak jaman sekarang, khususnya model 2012 ! kenapa ? kaget ? penasaran ? oke mari kita kupas dahulu dalam beberapa point berikut :
1.   Pergaulan diluar batas
sering aku lihat pergaulan cewek dan cowok kini sudah diluar batas kewajaran, apalagi anak kos ; yang jauh dari kontrol orang tua. BEBAS , LEPAS ! yah, mungkin itu slogan yang mereka tanam. Bagi mereka, hamil diluar nikah , dugem dan free sex adalah hal yang biasa, *astaghfirullah.  Keluar masuk kandang juga sudah biasa, seakan mereka memiliki dunia yang hanya milik mereka saja! meski setahun ini diriku juga dinobatkan menjadi anak kos, namun sampai detik ini aku masih menjaga nilai dan etika dalam bergaul.

2. Sampah masyarakat

Banyak sekali dijumpai di gang-gang kecil ataupun di pinggir jalan, sampah masyarakat, preman dan sejenisnya ! mereka nongkrong disana dan disini , dengan gayanya yang  mereka anggap “gaul” . Setel musik keras – keras  gak jelas, mengganggu  orang  yang sedang lewat, keterlaluan gak tuh ?  Belum lagi jika ada orang tua yang memberi nasehat, seakan nasehat itu hanya memantul di telinga mereka, belum sempat masuk.  Sekali lagi, hanya memantul, pemirsa.  Dan, kehidupan mereka tidak jauh dengan rokok , hitam , rantai , dan negative thinking dari masyarakat. Kondisi ini semakin parah saat mereka mempengaruhi para pelajar untuk mengikuti jejaknya, tidak hanya anak SMP atau SMA, anak SD pun sudah mulai mengenal dunia mereka. Bagaimana saat narkoba sudah memasuki kehidupan mereka ? bisa sakaw di sekolah ! kalau sudah begini, siapa yang akan bertanggung jawab ?

3.  Memudarnya nilai sopan dan santun

Bisa kau bayangkan ? saat orang memberi nasehat dan tuturan, terkadang dengan gayanya yang “gaul” lagi, mereka mengangkat dan menunjukkan jari tengahnya kemudian berkata “what the…..”  . Hahaha, maksud lo ? katanya sih gaul ya, padahal di western sana, arti dari mengangkat jari tengah itu berbeda dari yang biasanya anak muda lakukan disini. So, gak usah sok keren dan sok western deh kalau belum tau arti yang sesungguhnya. Malu dong sama diri sendiri ! selain itu, etika mereka dalam berbicara pun sudah berbeda dari adat kita, dahulu saat orang tua sedang berbicara, kita tunduk dan mulai berbicara saat diijinkan. Namun sekarang,  mereka sering memotong pembicaraan orang tua dan mereka tidak mau diatur.

4. Adanya “boyband/girlband”
Mungkin masih ambigu ya boyband/girlband disini maksudnya mereka hidup terkotak – kotak, bekelompok – kelompok, yang kaya dengan yang kaya, kelompok ABG yang punya BB, yang ber mobil,  dan sebagainya . Mereka masih mempertahankan GENGSI ! saat diajak untuk mengikuti organisasi remaja di desa pun, mereka dengan sigap menjawab TIDAK ! lagi dan lagi, GENGSI yang dipertaruhkan.

5.  Menipisnya rasa cinta tanah air
Berdasarkan survey , banyak pemuda yang tidak tahu menahu tentang lagu kebangsaan mereka sendiri ! paling hanya Indonesia Raya yang biasa dikumandangkan setiap hari senin.  Itupun juga terjadi pada lagu daerah, mereka tak mengenal budaya sendiri. MIRIS ! 
Bagaimana mau hafal lirik, penciptanya saja mereka tak tahu.  Dan parahnya , gak mau tahu ! this is the big problem ! Namun, mereka begitu hafal lagu – lagu barat, sebagai contoh   AX7 , Muse, Linking Park, dan teman - temannya. Mereka kehilangan esensi dari lagu di dalam negeri.  Saat melihat track list MP3 pun hanya ada barisan lagu barat, indie, folk, jazz dan boyband/gilrband.
Bahkan, anak – anak jaman sekarang pagi hari sudah berkicau “ Baby I miss you , miss you , miss you so much…” , dulu saat aku sekolah diperdengarkan lagu – lagu kenangan nostalgia, lagu anak – anak *baca : joshua, tasya dkk, lagu keroncong dan lagu daerah oleh ayahku. Sekarang aku kaget melihat kondisi anak – anak yang “addicted to music that not give them essential value”.  Dan parahnya itu hanya untuk pamer saja , bukan penikmat musik yang sesungguhnya. What a pity .

6.   Life Style yang over dosis
Anak SMP dan SMA versi 2012 sangat terlihat berbeda dari versiku dahulu. Sekarang , dandanannya gak mau kalah dengan ibu – ibu yang mau arisan dan mba SPG. Make up yang berlebihan, berpakaian yang kurang wajar, dan tidak memposisikan diri bagaimana mereka menggunakan pakaian yang pantas sesuai acara yang sedang berlangsung. Antara mau ke mall dengan pergi ke sekolah sangat berbeda tipis ! terkadang memakai pakaian yang “You can see”  dan salah dalam mix and match’in  baju, sehingga secara kasat mata terlihat aneh. Dari segi rambut entah cewe atau cowo , seakan salon sudah menjadi rumah mereka. Dari atas hingga bawah hampir memakai produk ternama, entah asli  ternama atau hanya cover, dan masih menggunakan tittle "alay".




7.      Merebaknya “Anak Lebay”
Ini masih sering terjadi , entah para pelajar, calon mahasiswa, bahkan mereka yang sudah menjadi   mahasiswa. Entah dalam sms nya yang alay , contoh : “ k4k, aquW beLooM d4Pet keL0mPok NicH, giMan4 donKz kAaA.. kAk4 kaN paNiti4…huFh……….” Tulisan begitu walau mereka pikir sepele, namun bagi yang “normal” akan merasa kesulitan dalam membaca, membuat mata sakit ! selain hal tersebut, ada pula “Anak Lebay” dalam artian yang hatinya selalu mellow dan galau. Berbicara sedikit tentang cinta, mereka langsung cekatan menyangkut-pautkan dengan lirik – lirik lagu.  Ini kondisi yang begitu menjamur di kalangan anak muda sekarang, entah darimana memulainya.

8.  Sok eksis
Dalam hal ini adalah mereka (pelajar) yang suka mencorat – coret dinding sekolahnya , entah dengan nama organisasi mereka, atau nama mereka. Justru ini akan terlihat karakter organizer yang sesungguhnya, kan ? ditambah lagi mereka yang hobby mencorat – coret meja dan kursi dengan tipe- X ,  tinta , spidol dsb. Ini sungguh sangat merusak mata, bisa dibayangkan ? jika suatu saat ada kunjungan “sister school” ataupun turis asing , dan melihat kreatifitas tersebut.  



9. Dibodohi oleh teknologi
Mereka tidak memanfaatkan teknologi yang ada dengan semestinya. Orang tua sudah bersusah payah membelikan laptop, HP, Tablet, dsb agar digunakan sebaik mungkin sebagai fasilitas pendidikan. Namun yang terjadi yaitu, mereka menggunakannya untuk online , WiFi-an, Update status sepanjang hari, berkicau di twitter setiap waktu dan asik dengan dunianya yang “Lebay”.  Memiliki banyak jejaring sosial, namun tidak memanfaatkannya dengan baik. Bagaimana saat orang tua mereka mengontrolnya ?

10. Dimanjakan dengan private school
Dahulu, saat SD dan SMP aku belajar dengan teman – teman, terkadang ke rumah guru sekali dua kali. Dan dari situ kami belajar kemandirian dan mengerti arti saling melengkapi dalam kebersamaan.  Namun,  sekarang masih kelas 3 SD pun sudah di private kan di lembaga bimbingan belajar yang ternama, dan sekali lagi , kebanyakan karena gengsi dan iming – iming akan menghasilkan output yang berkualitas.  But, it’s Unpredictable, right ? kembali lagi ke kondisi anak – anak.  Jadi, dimana fungsi sekolah sebagai tempat untuk belajar ?  hal ini, secara tidak langsung memberikan gambaran tentang kondisi pendidikan saat ini,  mereka semakin manja. Bukan berarti melarang mereka untuk belajar di lembaga private, namun seakan mereka tidak mempercayai sekolah yang mereka pilih sendiri untuk belajar. Kalau begitu , lebih baik  belajar saja di lembaga private daripada menyusahkan berbagai pihak.

Padahal nih ya, mereka semua yang aku tulis adalah generasi muda Indonesia, mereka yang nantinya akan memimpin negeri ini, di tangan mereka nasib bangsa ini. Tapi apa yang terlihat ? Entah moral , etika , kesopanan dan budaya ada dimana , negeriku semestinya tidak seperti ini. Namun, AKU PEDULI terhadap kondisi masa depan bangsa ini , memang sedih melihat kondisi sekarang. Tenang, masih ada yang peduli terhadap kondisi bangsa ini, yaitu mereka yang tak mau terus-menerus dijajah oleh bangsa sendiri, dan mereka yang siap menjadi agen perubahan, dan tentunya, mereka yang mau berfikir dan bertindak.  Degradasi moral anak muda ! saatnya kita melihat Indonesia ke depan, kita masih punya harapan. Untuk teman – temanku dimanapun kalian berada saat ini, semoga pesan ini tersampaikan pada lubuk hati kalian dan bersama – sama kita bangkit untuk masa depan bangsa yang lebih baik ! INDONESIA BISA !


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Berikut essay-ku saat ada acara menulis di Kabupaten Tegal

Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada anggotanya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik . Dalam hal ini seorang pemimpin diharapkan sebagai bagian dari perannya dalam memberikan pengajaran atau instruksi. Suatu organisasi akan berjalan dengan lancar jika dari atasan hingga bawahan memiliki koordinasi yang baik. Dalam upaya pembangunan Kabupaten Tegal, tentu saja membutuhkan pemimpin yang berdedikasi dan bermoral. Pemimpin yang dapat memegang amanah, pemimpin yang dapat dijadikan teladan dan contoh bagi rakyatnya.
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berkharisma, yaitu sebagai suatu sifat tertentu dari seseorang, yang membedakan mereka dari orang kebanyakan dan biasanya dipandang sebagai kemampuan atau kualitas supernatural, kemampuan-kemampuan ini tidak dimiliki oleh orang biasa, tetapi dianggap sebagai kekuatan yang bersumber dari yang Ilahi, dan berdasarkan hal ini seseorang kemudian dianggap sebagai seorang pemimpin. Beban tanggung jawabnya disandang dengan penuh ketulusan dan berani berkorban. Dalam memimpin Kabupaten Tegal, otomatis ia harus memegang erat prinsip - prinsipnya, bukan  kediriannya dan dapat menggunakan kekuasaannya seminimal mungkin untuk  bertindak seefektif mungkin.
Pemimpin masa depan yang diharapkan oleh rakyat Indonesia pada umumnya, dan masyarakat Kabupaten Tegal pada khususnya yaitu memiliki jiwa tangguh, berani tetapi rendah hati, jujur dan konsisten, memiliki semangat juang dan nasionalisme, cerdas dan berintelektual,  memiliki rasa kehormatan diri dan berdisiplin pribadi, sehingga mampu dan mempunyai rasa tanggung jawab pribadi atas perilaku pribadinya. Sehingga dapat menjadi teladan dan contoh bagi generasi penerus agar memiliki kesadaran berbangsa. Pemimpin yang baik juga tidak terlepas dari pemikiran tentang kesejahteraan rakyatnya, yang tentu saja akan sangat berkesinambungan dengan kepercayaan masyarakat tersebut. Pemimpin dalam  menggalang semangat  kesadaran berbangsa harus ikhlas dalam berjuang, jangan karena  pamrih uang dan harta, tetapi tulus demi tegaknya agama, bangsa, dan negara, serta demi keberlangsungan pembangunan Kabupaten Tegal yang lebih baik.
Kepemimpinan yang baik juga harus memiliki sifat demokrat, dalam artian bahwa kepemimpinannya dapat diterima oleh masyarakat khususnya di Kabupaten Tegal. Tidak memandang perbedaan pada orang lain, tidak ekslusif , dan menganggap semua sama. Serta tetap menegakkan toleransi , dan menerima semua pendapat ataupun  masukan demi suksesnya pembangunan Kabupaten Tegal.
Dan dalam bermusyawarah, pemimpin yang diharapkan dalam pengembangan Kabupaten Tegal yang lebih baik, yaitu pemimpin yang tidak otoriter, lebih mengedepankan kerjasama, segala persoalan diatasi dengan musyawarah, memberikan perhatian yang merata dalam semua
perselisihan dan mewaspadai adanya prasangka dalam setiap  pertimbangannya.
Dan apabila terjadi perbedaan pendapat berusaha mencari solusinya dengan mengkaji akar persoalan agar dapat dipecahkan dengan cara saling menguntungkan ( win win solution ),  sehingga yang diharapkan yaitu dalam mengambil keputusan memiliki ketepatan dan pada umumnya dapat memuaskan semua pihak. Serta memiliki kemampuan diplomasi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada.  Dan pemimpin tersebut dapat  mengkoordinir para pemuda dan generasi penerus untuk saling bertukar pikiran dalam rangka kemajuan dan pembangunan Kabupaten Tegal.
Seorang pemimpin yang didambakan yaitu ia yang memiliki pribadi yang beriman,  mempunyai rasa percaya pada diri sendiri , pantang menyerah, ramah, sopan dan santun kepada sesama, memiliki keberanian dan ketenangan dalam mengambil langkah – langkah strategis, ketegasannya dalam memimpin anak buah, keyakinan, dan ketaqwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa tegar secara heroik dan patriotik dalam pengabdiannya untuk nusa dan bangsa Indonesia. Senantiasa menjadi pengayom dan pembela masyarakat, sehingga masyarakat merasa aman dan terlindungi. Kehidupan menjadi tenteram dan bahagia. Kebijakan yang dikeluarkan pun tidak akan menjadi kebijakan yang merugikan rakyat. Ketika terjadi konflik antara kepentingan rakyat kecil, maka ia akan lebih memilih untuk membela kepentingan rakyat kecil.
Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan berkomunikasi, semangat " team work ", kreatif, percaya diri, inovatif dan mobilitas.  Pemimpin yang diharapkan di zaman globalisasi ini juga harus professional dalam memimpin, memiliki  intelektualitas dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni yang tinggi dalam menghadapi tantangan ke depan.
Pemimpin yang diharapkan dalam upaya pengembangan Kabupaten Tegal , yaitu ia memiliki posisi kepemimpinan, tapi bukan ambisi kepemimpinan sehingga menciptakan atmosfer tanpa ketegangan.  Tidak melihat pangkat , gelar, kedudukan, atau bahkan harta, tapi keikhlasan perjuangan, kepemimpinan dan kehormatan Negara.  Di lingkungan masyarakat dimanapun ia berada, sebagai abdi masyarakat yang tekun, jujur , sehingga masyarakat dapat menaruh kepercayaan besar padanya, baik dari kalangan orang tua maupun pemudanya. Seyogyanya, pemimpin juga harus bersikap transparan, agar kinerjanya dapat diterima oleh masyarakat dan senantiasa terbuka dalam menerima masukan maupun kritik baik dari anggota maupun masayrakat awam.  Seperti yang dikemukakan oleh  Peter Drucker bahwa    “ pondasi dari kepemimpinan yang efektif adalah berpikir berdasar misi organisasi, mendefinisikannya dan menegakkannya, secara jelas dan nyata” . Dari kinerja kepemimpinan tersebut, akan menumbuhkembangkan calon – calon pemimpin masa depan , yaitu para generasi penerus yang mempunyai integritas tinggi dan dapat mengembangkan citra baik Kabupaten Tegal baik di kancah lokal, nasional bahkan internasional. Serta akan terwujudlah harapan – harapan masyarakat di Kabupaten Tegal dalam upaya pembangunan Kabupaten Tegal yang lebih baik dan berkesinambungan dengan kinerja kepemimpinannya.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Ketika itu, sekitar 2 bulan yang lalu.. seleksi kepanitiaan SEMNAS dan PERNAS FKK HIMAGRI ke XIII.
Setelah terbentuk.  Babak baru dalam kehidupan pun dimulai.  Perjuangan banget, selama 2 bulan ini. Kami rapat sampai tengah malam, merelakan tenaga , waktu dan pikiran. Merelakan waktu liburan kami, yang sebenarnya kami bisa menikmati liburan semester 1 kami, namun kami harus tetap stay disini, ya pulang sekadar melepas rasa rindu pada kampung halaman dan keluarga.  Kami ( khususnya dari acara) yang notabenenya bukan orang asli Purwokerto, (berasal dari Tegal, Banjarnegara,Bandung, Kalimantan dan Riau) bisa dibayangkan bagaimana caranya rapat selama liburan saat kami pulang ke kampung halaman. Kerja keras hingga menginap di rumah kakak angkatan untuk melanjutkan rapat dan lain sebagainya. Serta hal konyol, mencari tempat field trip hingga ke Kebumen , kehujanan basah kuyup sembari menikmati perjalanan senja di ufuk barat. Sungguh indah sekali saat-saat itu.  
H-1 Seminar nasional, 2 Maret 2012
Malam sebelum seminar, kami semua panitia bercampur baur mengurus gedung yang akan kami pakai esok hari. Lembur hingga tengah malam, dan kami pun dipusingkan dengan kedatangan para delegasi dari berbagai daerah yang datang bertubi-tubi. Kehujanan, itu sudah barang biasa. Hingga kami sempatkan untuk bermain-main dengan air hujan *mengulang masa kecil* di tengah stress nya kami. Dan kami pun tidur dengan para delegasi yang bermalam di tempat kami. Awal bertemu dengan mereka, kikuk juga karena bahasa dan logat kita sangat jauh berbeda, namun kami akhirnya dapat beradaptasi.  Ada yang tengah malam baru sampai di stasiun dan kami berbondong-bondong menjemputnya. Hari itu, lelah tak terasa.. kami begitu menikmati. Karena susah senang kami hadapi bersama.
Esok harinya…………..
Seminar nasional, 3 Maret 2012
Pagi buta kami bangun dan pulang ke kos (karena kami bermalam dan sibuk mengurus semnas), setelah mempersiapkan segala sesuatunya. Dan dibukalah SEMINAR NASIONAL DAN PERTEMUAN NASIONAL FORUM KOMUNIKASI DAN KERJASAMA HIMPUNAN MAHASISWA AGRONOMI INDONESIA KE – XIII dengan tema, REVOLUSI ARUS BAWAH : KEDAULATAN PANGAN DAN LAND REFORM
Berbagai peserta bercampur baur datang di gedung Rektorat lantai III , baik dari lokal maupun para delegasi yang dari berbagai daerah di Indonesia. Kami mendatangkan pembicara dari LITBANG Pertanian, Dr.Ir.Handewi Purwati Saliem, dan dari PERAGI, Bapak Nasruddin Amiruddin , MM dan Pak Tedy Dirhamsyah ( alumni UNSOED). Serta ada keynote speech dari Bupati Banyumas, Bapak Drs.H.Mardjoko, MM. Materi yang sungguh mengena dengan kondisi negeri kita sekarang ini, hingga banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan dari peserta. Dan intinya, kitalah para generasi penerus bangsa yang akan menjadi agent of change , yang diharapkan dapat berkontribusi penuh untuk memperbaiki kondisi bangsa. Bukan hanya dalam ucapan, namun aksi juga sangat dipentingkan.
Acara pun berjalan lancar sampai pada penutupan. Dan saatnya kami memulai babak baru, yaitu Pertemuan Nasional. Seusai acara Seminar Nasional, para delegasi dibawa ke tempat penginapan di Hotel Pondok Indah dan Virgo lokasi Baturraden.  Dan acara ini berlangsung pada tanggal 4 – 7 Maret 2012. Pagi harinya, sidang dan rapat pun dimulai hingga larut malam dan pagi. Dan begitulah seterusnya hingga tanggal 6 Maret 2012. Dan secangkir kopi hitam benar-benar menjadi teman sejati (bagi mereka) !
Saat kami pusing dan butuh refresh, dengan memandang kota Purwokerto di malam hari dari Baturraden sungguh sangat indah sekali, dan membuat kami terbawa dengan suasana melankolisnya. Merasakan kehangatan keluarga baru ditengah dinginnya Baturraden. Kami melihat INDONESIA disini..
Dan tibalah saat yang ditunggu-tunggu, yaitu pemilihan Sekretaris Jenderal FKK HIMAGRI. Dan SELAMAT kepada Mas Anto dari UMY. Semoga bisa menjadi pemimpin yang amanah dan sesuai dengan visi misi beliau. Ditengah pusingnya rapat yang berjam – jam, ada Bang Haris dari Kutai yang selalu menghibur dan kocak abis. Bahkan saat kami tak kuasa membangunkan delegasi di pagi hari, saat ada Bang Haris semua bisa bangun seketika. Huahahaha..
Dari tim panitia, angkatan 2009 – 2011, dan dominasi angkatan 2011. Yang mulai tanggal 5 Maret sudah mulai memasuki bangku kuliah lagi. Bayangkan , betapa keras perjuangan kami, pagi hari turun dari Baturraden ke UNSOED untuk kuliah, sepulang kuliah naik lagi ke Baturraden begitulah setiap harinya.
7 Maret 2012 – Field Trip
Field Trip ini bertujuan untuk mengenalkan Banyumas dan sekitarnya kepada para delegasi, serta untuk merefreshkan pikiran setelah berhari – hari rapat tiada henti.  Kami membawa mereka ke Lokawisata Baturraden, dan komentar mereka “Woow” ! baru memasuki arena saja sudah berfoto-foto, apalagi setelah bermain dan memasuki dunia Banyumas ? pokoknya ribuan foto sudah mewakili ekspresi mereka. Kami kenalkan mereka pada pancuran 3, pancuran 7, taman botani, papan luncur, mobil genjot, sepeda air, dan masih banyak lagi. Dan hari ini Sekretaris jenderal yang baru sedang ulang tahun,  yasudah otomatis berbagai cara mereka lakukan untuk mempersembahkan hadiah kepada Pak Sekjend.  J
Setelah puas , kami kembali ke hotel dan saatnya packing perpisahan L . Sebelum pulang, kami sempatkan lagi untuk berfoto bersama para delegasi, sungguh sangat terasa kehangatan ini bersama mereka. Bahagian sekali melihat keakraban panitia dan delegasi. Trully New Family ^_^
Dan sebelum pulang, kami antar mereka ke tempat oleh-oleh khas Banyumas, Gethuk dan soto Sokaraja. Ngakak  juga melihat kakak-kakak yang cowo belanja bejibun --a .Dan seusai belanja, kami memberikan souvenir khas Banyumas, patung Bawor , kepada teman-teman delegasi. Dan terlihat rasa bahagia dari wajah mereka.
Dan, inilah saat – saat yang kami benci. PERPISAHAN !!!   Rasanya itu NYESEK BANGET saat kami harus berpisah, dan saat kami dari tim panitia mengantar mereka pulang ke stasiun , terminal dan sayangnya gak bisa nganter ke bandara *ga ada bandara disini. T.T . berasa ada yang hilang. Namun, meski secara fisik mereka tak disamping kami lagi, dan berharap suatu saat akan dipertemukan lagi. Ada mereka di hati kami sampai kapanpun.  Dan akan kami ceritakan kelak kepada anak cucu kami, tentang indahnya masa ini, berjumpa dengan kawan – kawan se-Indonesia, berbeda namun satu.  #maaf sedikit lebay
SAMPAI JUMPA KAWAN… SEMOGA KITA SELALU MENJALIN SILATURAHMI KITA.
DAN KATAKAN PADA MEREKA, BAHWA KITA PERNAH  BERSAMA DISINI, DI TEMPAT INI.
Terimakasih Allah, untuk kesempatan ini..



Walau baru bertemu, sudah terlihat keakraban mereka :)




Serah terima dari Sekjend lama (kiri) ke Sekjend baru (kanan)


Field Trip :D


Salam Perpisahan .....


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
 SELAMAT DATANG DI TEGAL LAKA - LAKA ^_^

Kampung halamanku , penuh warna. Tempat inilah yang membuatku rindu saat sedang berada di tempat lain, rindu akan semuanya. Termasuk juga rindu akan kulinernya. Teringat saat dahulu sering wisata kuliner bersama teman - temanku. Dan aku akan memperkenalkan makanan dan minuman khas Tegal kepada Anda semua :) 
Yaa.. berikut beberapa makanan dan minuman khas Tegal , check it out  , monggo :)


TAHU TEGAL ( TAHU ACI )

Tegal punya ! tahu yang berbentuk segitiga dan dilapisi aci ini  sangat lezat. Dan dapat pula dilengkapi dengan cabai rawit. Apalagi jika dipadukan dengan teh , mantap sekali ! Sangat cocok disajikan dalam suasana apa saja, saat bertamu, kongkow atau pun sekadar kumpul dengan keluarga. Anda semua belum di Tegal namanya saat kesini namun tidak mencoba Tahu Tegal . Di beberapa sudut jalanan pasti akan Anda temui tempat - tempat yang menjajakan Tahu Tegal . Harganya murah meriah , sesuai kantong semua elemen masyarakat, jadi Anda tidak perlu khawatir akan harga :)



TAHU PLETOK

Yap, tahu pletok hampir sama dengan tahu aci. Jika tahu aci yaitu tahu kotak yang dibagi 2 ( miring ), sedangkan tahu pletok yaitu dipotong melebar ( seperti tahu aci, namun dibagi dua lagi ). 




SOTO TEGAL

Yap, memang banyak di beberapa tempat juga mempunyai makanan khas seperti soto ini . Namun, sangat berbeda dengan disini, Soto Tegal menggunakan tauco, sehingga kuahnya berwarna kecoklatan. Dan isinya pun menggunakan daging.  Ada beberapa menu, seperti "Soto Babad", "Soto Ayam" , ataupun "Soto Campur". Ditemani dengan kerupuk dan segelas es teh akan lebih nikmat. Dengan merogoh kocek sekitar Rp 10.000 Anda sudah kenyang menikmati satu paket lengkap. ^_^



OLOS

Olos adalah jajanan khas Tegal yang baru keluar dan ngetrend di awal tahun 2011 kemarin. Berbentuk bulat, seperti bakso namun terbuat dari aci dicampur dengan tepung terigu . Di dalamnya berupa irisan kol dan cabai . Dapat pula diisi dengan sayuran lain. Jika Anda suka pedas, tentulah makanan ini sangat cocok sekali untuk dicoba. 





SATE TEGAL

Merupakan jenis sate di daerah Tegal, Slawi dan sekitarnya yang terbuat dari daging kambing yang dipotong dadu dan dikombinasikan dengan lemak ( gajih ) dan hati. Sate tegal bisa disantap dengan nasi putih yang pulen dengan gulai kambing yang nikmat. Dan tidak lupa dengan sambal kecapnya,  akan lebih enak lagi jika dipadukan dengan teh poci gula batu.




GEMBLONG KOCAR - KACIR

Gemblong terbuat dari adonan singkong yang ditumbuk, yang sebelumnya sudah di rebus/dikukus.
Apakah Anda tahu mengapa disebut "kocar-kacir" ? karena diatas gemblong diberi gula cair yang kental berwarna coklat kemudian dalam memberikannya dengan cara diputar putar diatas gemblong. Ini adalah makanan yang sangat langka, karena sekarang susah ditemui dan sudah ada sejak zaman dahulu kala  :p . Disajikan diatas daun dan dimakan dengan tusuk lidi . Sangat berselera dan Anda dapat terhanyut akan nostalgia, apalagi bagi warga Tegal sendiri. Adapula gemblong yang tidak kocar - kacir, namun ditaburi parutan kelapa diatasnya.


GEMBLONG BIASA :)


GEMBLONG KOCAR - KACIR :)


BLENDUNG

Yap, blendung adalah makanan favoritku saat kecil dulu. Terbuat dari jagung dan ditaburi dengan parutan kelapa, dengan sedikit garam dan gula pasir. kalau di pedagang keliling akan disajikan diatas daun, dan rasanya sungguh enak sekali ^_^




RUJAK TEPLAK + KRUPUK 

Rujak yang terdiri dari bermacam - macam sayuran seperti kangkung, kol, kecipir, dsb. yang membuat beda adalah sambalnya, yaitu dari adonan singkong rebus yang sudah dihaluskan dan dicampur dengan sambal dari cabai. Rujak ini dijajakan oleh penjual keliling. Dan tidak lupa dengan krupuk goreng wedi nya 
( kerupuk yang ditaburi pasir), yang menambah selera :)






PETIS

Petis terbuat dari ampas tahu yang direbus dan diberi bumbu , terkadang diberi daging ayam dan tulang. ditaburi dengan aroma cabai , berwarna kuning. Kuningnya terbuat dari sereh . Sangat enak jika disajikan selagi masih panas. Terkadang di sajikan dengan kerupuk, seringnya dijual pada saat bulan puasa
 ( Ramadhan ). 

KUPAT GLABED

terbuat dari ketupat yang dipotong dadu, dan dibubuhi dengan tumisan minyak bumbu seperti sereh, laos , salam dan santan. Seringnya disajikan dengan sate. Sangat sedap dan aromanya kental, paling pas disajikan panas - panas :)




OPAK + RENGGINANG

Rengginang terbuat dari beras ketan yang dikukus kemudian dijemur dan digoreng. Prosesnya lumayan rumit. Sedangkan opak terbuat dari beras ketan putih yang dijemur kemudian dipanggang. 


OPAK :)



RENGGINANG :)


KLEPON

Merupakan kue basah yang ditaburi dengan parutan kelapa. Berbentuk bulat , berwarna hijau dan didalamnya ada gula jawa yang dipanaskan(diencerkan) . Rasanya unik :)



ANTOR

Antor merupakan kerupuk yang jenisnya sangat bervariasi, ada yang goreng pasir, ada yang dengan bumbu biasa. Biasanya untuk camilan, paling enak saat sedang kongkow. :)






KACANG BOGARES

Merupakan menu cemilan khas dari Desa Bogares, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal. Desa ini yang dikenal sebagai penghasil kacang tanah. Tidak seperti hasil bumi yang sama dari daerah lain, kacang dari Desa Bogares memiliki rasa dan aroma yang berbeda. Rasanya gurih, manis, baunya pun harum dan warnanya putih bercampur merah.





PILUS

Yah, walaupun pilus sudah terkenal dimana - mana, namun pilus di Tegal memiliki rasa khas tersendiri. Sering disebut dengan nama "pilus ganepo". Rasanya sangat gurih , sangat cocok untuk camilan, teman makan ataupun untuk tamu. 




TEH POCI 

Ya, bagi warga Tegal , teh adalah sajian utama. Apapun makanannya , minumnya tetap teh. Slawi sangat terkenal dengan produksi tehnya. Teh disini terkenal dengan WASGITEL , yaitu wangi, panas, legi ( manis ) , dan kental. Teh sangat nikmat bila disajikan pada pagi hari dan sore hari. terlebih lagi saat hujan turun. Sehari tanpa minum teh , bagaikan sayur tanpa garam :) . Baik disajikan untuk tamu, keluarga, atau sekadar meluangkan waktu. Terdapat banyak pabrik dan produk teh di Tegal. Seperti teh "tong tji" ,  "teh gopek" , "teh 2 Tang" , dll. Hampir di beberapa sudut kota, ada tugu dan patung teh , poci , tanda jalan , hingga tugu jam yang menuju ke rumah ku pun berbentuk teh botol. Tegal sangat terkenal dengan tradisi "moci" nya, dan bila Anda berkunjung ke Tegal pasti akan disajikan teh, karena sudah tradisi turun - temurun ^_^





ES LONTRONG

Es Lontrong adalah sebutan nama Es yang ada di daerah Slawi. Dijual di lontrong ( semacam gang ) . hanya kendaraan roda dua dan tiga yang bisa melewatinya. Es yang bertempat di lontrong kampung Budimulya ini selalu ramai pembeli. Rasanya yang khas dan melegenda membuatku selalu rindu akan es ini. Es lontrong ini merupakan campuran santan , kacang hijau, dan roti. Harga tidak perlu khawatir , hanya sekitar tiga ribu rupiah Anda sudah dapat menikmati kesegarannya. 





ES SAGWAN

Es segar ini berisi adonan yang dibuat dari aci (tepung kanji) panjang berwarna putih, es serut serta gula dengan pilihan warna merah dan warna coklat. 

Berikut daftar lokasi penjual Es Sagwan:
  1. Jln. KS tubun, selatannya RS Kardinah sebelum rel dari Perempatan Kejambon
  2. Jln. Mejasem, depan Pala 13 Mejasem
  3. Jln. Srigunting, menghadap selatan
  4. Jln. Sumbodro, depan SMA N 3 Kota Tegal
  5. Jln. AR Hakim, sebelahan dengan toko sepeda NORTON
  6. Jln. Raya 2 Adwerna, utaranya Perempatan Singkil jalan 2, sebelahan dengan kios/rental komputer *



es sagwan :))

* Sumber : TegalCyber.org

Ya.. begitulah tetang makanan dan minuman khas Tegal ,  Anda penasaran ? Kalau ada waktu luang, silakan berkunjung ke Tegal, tidak perlu khawatir.. orang Tegal sangat ramah tamah gemah ripah loh jinawi.. hehehe
Pasti Anda akan diajak keliling berwisata kuliner. Saya tunggu kedatangan Anda di Tegal.
Salam TEGAL LAKA - LAKA ^_^
Share
Tweet
Pin
Share
15 komentar
Older Posts

Fildzah Kharisma N.H

Fildzah Kharisma N.H

About me

I’m a girl who loves nature, green, environmentalist, and social humanitarian enthusiasm.

Halaman

  • Home
  • Travel
  • Contact

Visitors

Followers

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

recent posts

Label

  • cerpen
  • English
  • Environment
  • Friends
  • Goresan hati
  • Indonesia
  • Life Traveler
  • Masa sekolah
  • Opini
  • Perjuangan
  • Puisi
  • Religi

Blog Archive

  • Mei 2020 (2)
  • April 2020 (3)
  • November 2019 (1)
  • April 2019 (1)
  • November 2017 (3)
  • Oktober 2017 (2)
  • Januari 2017 (2)
  • Maret 2016 (2)
  • Maret 2015 (1)
  • Januari 2015 (1)
  • Februari 2014 (1)
  • Januari 2014 (1)
  • Desember 2013 (3)
  • Agustus 2013 (5)
  • Juli 2013 (3)
  • Juni 2013 (1)
  • Maret 2013 (3)
  • Februari 2013 (7)
  • Januari 2013 (2)
  • Desember 2012 (6)
  • November 2012 (2)
  • Oktober 2012 (3)
  • September 2012 (1)
  • Agustus 2012 (10)
  • Juli 2012 (2)
  • Juni 2012 (3)
  • Mei 2012 (3)
  • Maret 2012 (1)
  • Februari 2012 (3)
  • Januari 2012 (5)
  • Agustus 2011 (2)
  • Juli 2011 (4)
  • Juni 2011 (3)
  • Mei 2011 (5)
  • April 2011 (2)
  • Januari 2011 (1)
  • Desember 2010 (1)
  • Agustus 2010 (4)
  • Juli 2010 (3)
  • Juni 2010 (7)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates