Diberdayakan oleh Blogger.

Colours of Life

some though of mine, myself, and my life ~



foto di hutan mangrove



Di ufuk timur, rona sinarnya mentari
Ia menyapa bulir - bulir padi
Dan embun - embun yang membasahi
Atas turunnya pabrik kenangan semalam yang selalu meresapi
Tak lupa, ia mencium seduhan aroma kopi
Menyempurnakan pagi
Hingga pada akhirnya kembali menapaki
Menekuni jari jemari yang terus menari
Menyusun jeritan kata di dalam hati
Membawanya menggali dari berbagai sisi
Menyusuri ribuan huruf yang terpatri
Hingga menjelma pada makna yang begitu rapi
Berkecamuk dalam pusara untuk memeluk mimpi
Yang selalu mengantarnya pada ruang – ruang imajinasi
Jauh tak bertepi, tanpa tapi

Hari demi hari silih berganti
Kala mimpi per mimpi ia coreti
Pada akhirnya menjadi prasasti
Segalanya telah ia lalui
Namun yang ia cari tak ia dapati
Bak berlayar di laut mati
Lantas, ia mencoba menepi
Barangkali, jika sendiri jauh lebih mengenali
Dan memaknai sejati nan abadi

Pada suatu titik yang ia temui dalam sunyi
segala harap dan cemas tak dapat ia obati
ia pikir, bayang ilusi hanya menghantui
Dan tak jua ia sebut sebagai ambisi
Lalu, bukankah pada akhirnya ia kan kembali
pada bumi yang ia pijaki ?

Di penghujung hari ini
Dimana sajak – sajak (masih) menari dan menyelami tiap lini
Kuucapkan, selamat hari puisi !

Fildzah Kharisma N.H

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

foto saat senja di kapal ENTEBE EXPRESS 



Suatu kisah di suatu negeri
Dimana jiwa raga kau abdi
Perjuangan di titik nadir yang hampir mati
Tanpa pamrih, kau tawarkan diri
Menoreh ilmu pada mereka yang kau didik
Di tapal batas kau berdiri

Kau kayuh sepedamu yang kian menjerit seru
Tak pernah kau hitung
Tetes keringat yang mengucur
Dari tangan dinginmu
Dan wajah senjamu
Tuk negeri yang membesarkanmu

Terkadang kau terbatuk – batuk
Melawan kepul asap yang tak permisi
Demi anak didikmu
Separuh hidupmu telah kau korbankan
Melawan kebodohan
Tuk jadi panutan menuju kesuksesan
Pada wajah senjamu yang kian layu
Senyum dan prestasi anak didikmu
Adalah kado bagimu
Kebahagiaan ?
Ah, rasanya tak perlu lagi ragu, katamu.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar




Pada suatu rongga kehidupan
Ia menjelma pada tubuh
Yang rapuh tertindas jaman
Hingga pada suatu masa
Di sebuah noktah, ia menengadah
Dan sekejap sang surya
Menembus tirai jendela
Menyinari tubuh yang tergeletak
Dikawal oleh kesunyian
Dan diteduhi oleh sayap – sayap kematian
Nyanyian lirih sang pendeta
Teramini oleh burung – burung penyelimut kematian
Bunga nisan telah layu berguguran
Pun musim panas telah berlalu
Angin kesedihan menukik tajam
Meratapi gundukan tanah
Beraroma kembang nan basah
Kurebahkan diriku diatas tanah
Yang masih merah merekah
Dan terkulai bersama air mata
Yang membasahi bumi

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Aku diakali
Dalam tempurung
Yang berombak di laut mati

Aku melangkah
Dibawah temaram sinar bulan
Sekelebat sayap – sayap rintihan manusia kota
Yang malu – malu sembunyi dari malam dan jalan

Ah, rasanya ku tersesat
Dalam sepi yang berliku
Langit begitu angkuh
Tiada tangga kesana
Selain mimpi dan doa – doa
Yang terkumpul di tiap malam

Ku mencarimu dalam mimpiku
Tapi, kau justru lebih terlihat dariku
Ku cari kau pada angin
Namun hanya desah desir ombak
Yang memecah gardu pandang

Ku tinggalkanmu bersama rasa sakit
Yang hanya aku seorang yang tahu,
Yah, hanyalah aku seorang yang tahu
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Oleh : Fildzah Kharisma N. Haque

Hasil gambar untuk hujan di sawah






Ketika hujan pertama jatuh
Baru satu benih tumbuh
Menggelepar mencari anak sungai
Aku pun tertatih – tatih
Dengan deru diesel memeras keringatku
Tuk benihku yang kerontang

Ketika hujan pertama jatuh
Hanya satu daun bersemi
Menghampiri air mataku
Yang mulai mengering
Menanti dan menanti
Belas kasih sang juragan

Ketika hujan pertama jatuh
Aku tak banyak berharap
Air akan menggenang petak sawahku
Biarkan saja satu benih
Kan tumbuh apa adanya
Walau hanya sehelai dan bersemi
Itupun cukup menghibur
Tuk menyeka air mataku
Yang mulai membasahi capingku

Ketika hujan pertama jatuh
Semua akan kupasrahkan
Tumbuh, bersemi bahkan
Sampai menunai pada hujan
Biarkan hujan akan menghampiri
Disaat irigasi kritis
Biarkan hujan pertama
Menjadi saksi jerit tangis petani
Di sajadah panjang yang tercabik zaman




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

I often close my eyes
And I can see you smile
You reach out for my hand
And I’m woken from my dream
Although your heart is mine
It’s hollow inside
I never had your love
And I never will
And every night
I lie awake
Thinking maybe you love me
Like I’ve always loved you
But how can you love me
Like I loved you when
You can’t even look me straight in my eyes
You told me how
You teach me more
But, still with this rain
There're something that never be touch by our feel and suggestion
Hurt, tears and pain inside
You still never understand
How this heart cover as well
You never know
How I pretend everything to be good in front of you


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Fildzah Kharisma N.H

Fildzah Kharisma N.H

About me

I’m a girl who loves nature, green, environmentalist, and social humanitarian enthusiasm.

Halaman

  • Home
  • Travel
  • Contact

Visitors

Followers

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

recent posts

Label

  • cerpen
  • English
  • Environment
  • Friends
  • Goresan hati
  • Indonesia
  • Life Traveler
  • Masa sekolah
  • Opini
  • Perjuangan
  • Puisi
  • Religi

Blog Archive

  • Mei 2020 (2)
  • April 2020 (3)
  • November 2019 (1)
  • April 2019 (1)
  • November 2017 (3)
  • Oktober 2017 (2)
  • Januari 2017 (2)
  • Maret 2016 (2)
  • Maret 2015 (1)
  • Januari 2015 (1)
  • Februari 2014 (1)
  • Januari 2014 (1)
  • Desember 2013 (3)
  • Agustus 2013 (5)
  • Juli 2013 (3)
  • Juni 2013 (1)
  • Maret 2013 (3)
  • Februari 2013 (7)
  • Januari 2013 (2)
  • Desember 2012 (6)
  • November 2012 (2)
  • Oktober 2012 (3)
  • September 2012 (1)
  • Agustus 2012 (10)
  • Juli 2012 (2)
  • Juni 2012 (3)
  • Mei 2012 (3)
  • Maret 2012 (1)
  • Februari 2012 (3)
  • Januari 2012 (5)
  • Agustus 2011 (2)
  • Juli 2011 (4)
  • Juni 2011 (3)
  • Mei 2011 (5)
  • April 2011 (2)
  • Januari 2011 (1)
  • Desember 2010 (1)
  • Agustus 2010 (4)
  • Juli 2010 (3)
  • Juni 2010 (7)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates