Diberdayakan oleh Blogger.

Colours of Life

some though of mine, myself, and my life ~


Gunung Kelud
Gunung Kelud meletus pada tanggal 13 Februari 2014, bertepatan dengan saat aku melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Kota Batu – Jawa Timur selama 1 bulan. Tidak ada tanda – tanda sebelumnya, namun ketika subuh kala itu, aku dibangunkan temanku yang juga satu kost denganku dan mengatakan bahwa Gunung Kelud meletus. Aku berusaha tenang, aku buka handphone ku pun tidak ada sinyal. Karena posisi kami terpencar, beberapa temanku mengambil tempat PKL di Kediri – FYI, tempat PKL ditentukan oleh pilihan sendiri dari mahasiswa/i –, (sebulan sebelumnya aku telah survey ke Balitjestro bersama kakak-kakak angkatanku di himpunan). Aku baru bisa menghubungi temanku di Kediri setelah agak siang karena sedari pagi sinyal/komunikasi terhalang, sehingga saat siang hari aku hubungi mereka, dan ternyata mereka di evakuasi. Orang tua dan keluargaku pun menanyakan kabarku dan begitu khawatir, karena abu vulkanik dari Gunung Kelud cukup luas hingga ke Provinsi Jawa Tengah. Beberapa hari sempat mengalami “kegelapan” sehingga kami khususnya aku yang melakukan penelitian di perkebunan belum dapat melanjutkan researchku. Meski tiap hari selalu diberi pemandangan indah secara gratis, bisa menatap indahnya Semeru dan beberapa gunung lain di sekitarnya dari lantai 2 kost, beberapa kali melihat pelangi di kebun, merasakan dinginnya Kota Batu tiap malam, tiap hari mandi air hangat, berwisata petik tanaman, wisata ke BNS dan Jatim Park, ah seru !!

source : merdeka.com

Btw, aku mengambil topik “penyakit dan cara penanggulangannya pada tanaman anggur”, dan salah satu penyakitnya adalah embun tepung. Embun tepung tersebut berarna putih yang menempel di daun – daun tanaman anggur. Beberapa hari sebelum terjadi letusan, aku membuat beberapa “ramuan” atas hasil konsultasi dengan pembimbingku di kampus dan di Balitjestro. So, you can imagine guys after that? semua tanaman anggur yang ku teliti di kebun seluas itu terkena abu vulkanik, dan aku tidak bisa membedakan mana yang embun tepung dan mana yang abu vulkanik wkwkkw.. But, so far, I say thanks to God, on saving me well until back home and back to university, I’ll remember all the kindness of my family in Batu City, Kediri, Probolinggo, Malang, all Balitjestro’s staff.  SEMOGA SUATU SAAT KITA BISA BERTEMU KEMBALI. SEMUA SANGAT BERKESAN.


Gunung Slamet
Belum ada 1 tahun dari kepulanganku dari Kota Batu, dan masih teringat peristiwa Gunung Kelud meletus, pada bulan Agustus – September 2014 aku melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama teman – teman se universitas yang diacak random (aku punya banyak teman baru hehehe) dan finally aku dapat tempat KKN di Desa Sikapat, desa yang terletak di bawah kaki Gunung Slamet. Hari demi hari dilalui begitu asik karena banyak teman baru yang berbagai macam karakternya, dengan ibu kost yang sangat baik, dengan warga sekitar yang begitu sederhana dalam menjalani hari – harinya untuk bertumpu pada alam. Jadi uniknya, hampir seluruh mayarakat di Desa Sikapat berprofesi sebagai penderes. You know what ? Penderes itu adalah orang yang mengambil nira dari pohon kelapa untuk dijadikan gula merah. Nah !! That’s why we there. Apalagi aku dari pertanian, maka diberikan tugas khusus lah oleh dosen pembimbing KKN, untuk meneliti gula kelapa tersebut, dan menghimbau serta mengedukasi warga untuk tidak menggunakan obat kimia pada nira yang telah diambil. Ada keunikan disini, syarat untuk dapat menikahi anak orang adalah jika laki – laki tersebut sudah bisa memanjat pohon kelapa dan bisa menderes kelapa !, OMG, pantas saja beberapa kali aku discuss dengan para penderes kok masih muda – muda. Hmm.. Tapi yang sudah menjadi adat, biarlah mengalir begitu adanya. Aku fokus pada penelitian gula dari para penderes. Ohya, KKN ku sempat dijeda karena KKN dilaksanakan pada bulan puasa, dijeda lebaran kemudian setelah lebaran lanjut KKN kembali, sehingga setiap hari merasakan buka puasa dan sahur bersama teman – teman KKN dan warga Desa Sikapat. 

source : merdeka.com

Hari demi hari terlewati, aku fokus dengan ikut para penderes berangkat kerja, belajar naik pohon kelapa, wkwk.. dan terus menerus edukasi dari rumah satu ke rumah lainnya untuk mengecek dan memastikan bahwa para penderes sudah berhenti menggunakan bahan kimia dalam campuran nira, dan menggantinya dengan bahan alami. Sebenarnya kami tahu bahwa status Gunung Slamet saat itu sudah di level waspada, dan plang “JALUR EVAKUASI” pun sudah ditancapkan pada sepanjang jalan bahwa menjadi proker dari teman – teman yang KKN dari desa lain yang berfokus pada geologi/kebumian. Selain proker yang fokus pada gula, kami juga fokus pada pembuatan tungku. Saat uji coba tungku, beberapa kali mengalami dentuman dan tungkunya pun bergejolak, namun hal yang ku ingat sampai saat ini adalah ucapan beberapa warga saat kami panik, mereka mengatakan “sing tenang mas mba, ndakpapa, sudah terbiasa begini....banyakin doa, Slamet lagi batuk”. Aku berusaha meresapi dan merasakan ketenangan yang disalurkan oleh masyarakat Desa Sikapat, walaupun kami juga sudah siap jika di evakuasi. Tapi KKN terus lanjut hingga akhirnya kami EXPO di Alun – Alun Banyumas dengan mempromosikan produk kami dan masyarakat Desa Sikapat dengan nama produk “GULA KRISTAL SIKAPAT”, ah begitu mengesankan, hingga akhirnya kami tiba pada hari perpisahan. Finally, I hate the farewell ! Mengapa setiap pertemuan pasti harus ada perpisahan, tapi begitulah hukum alam. I say thanks so much untuk semua kenangan yang tak terlupakan, keakraban, kekeluargaan, dan tetap sama dengan saat di Kota Batu, SEMOGA SUATU SAAT KITA BISA BERTEMU KEMBALI, TEMAN – TEMAN KKN DESA SIKAPAT DAN MASYARAKAT DESA SIKAPAT, LOVE YOU ALL.


 Gunung Agung
Pada tahun 2017, Gunung Agung – Bali mengalami erupsi. Kepulanganku dari Pulau Sailus, aku kembali lagi ke Lombok beberapa hari sebelum pulang ke Jakarta dan Tegal. Malam sebelum pulang sebenarnya masih ragu, lanjut sehari lagi di Lombok, atau langsung pulang. Akupun ragu, ambil rute penerbangan Lombok – Jakarta, atau Lombok – Surabaya, karena kebetulan aku diajak mampir ke Surabaya oleh teman – temanku area Jawa Timur. Padahal Kak Ayu Silvi sudah menunggu di Jakarta, namun memang sebenarnya jadwal kepulangan dari Pulau sempat mengalami perpanjangan karena jadwal kedatangan kapal yang menjemput kami terlambat datang beberapa hari. Saat kami di pulau, tidak ada sinyal, tidak ada listrik, jadi saat terlambat pulang pun kami tidak bisa menghubungi siapapun diluar kehidupan kami di Pulau Sailus. Hehe.. I’m sorry kak, karena telat pulang L  Akhirnya daripada balik Jakarta sendirian, hmmm.. yasudah aku putuskan ambil rute Lombok – Surabaya. Because, temanku, Azizah, juga di Pulau Sailus, berangkat bersamaku namun dia di Pulau Sailus Besar, sedangkan aku di Pulau Sailus Kecil, sementara sebelum berpisah di Pulau waktu itu, Azizah sempat menyampaikan bahwa sepertinya dia bakal balik lebih dulu karena dia sedang studi lanjut S2 dan dia harus berangkat ke Bogor untuk bimbingan/kuliah. Yah bener deh, saat aku masih di Kapal perjalanan pulang dari Pulau ke Lombok, dan sempat dapat sinyal walau naik turun, masuklah SMS dari Azizah kalau dia sudah safe di Jakarta, hwaaa kangen ! Finally ku bisa menyapa duniaaaaa setelah sekian lama tenggelam di pulau tanpa kabar apapun. 

source: suarapubliknews.net

Yhaaa, back to the topic, hingga akhirnya sampai di Bandara LOP dan you know what happen ? ya delay because of Mountain Agung was eruption. Aku langsung keinget film ILY From 3000 Mdpl, mana momennya sama kan di Lombok. But, finally, alhamdulillah Allah masih terus melindungi hingga kami sampai di Bandara Juanda dengan selamat. Dan sampai detik ini, semua pengalaman dan kisah di Pulau Sailus sangat berkesan, dengan seluruh teman – teman dari berbagai macam provinsi, hidup tinggal satu rumah, cari ikan di pantai, tiap sore lihat senja, bercengkrama dengan kesederhanaan, dan keluarga di Pulau Sailus. Ya Allah, I miss them all so much ! PENGIN KETEMU LAGI !

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ), merupakan kegiatan yang dicanangkan oleh Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman Republik Indonesia yang diikuti oleh para pemuda dan mahasiswa setelah diseleksi  untuk ditempatkan di garis luar kepulauan di Indonesia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memajukan dan mengembangkan masyarakat di wilayah pesisir Indonesia dengan dukungan penuh sesuai dengan visi presiden yaitu mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Ialah Fildzah Kharisma NH (23 tahun), menjadi satu-satunya anak muda dari Tegal yang terpilih melalui seleksi dan menjadi bagian dari tim Ekspedisi Nusantara Jaya. Ia bersama 19 rekannya yang terpilih dari berbagai daerah di Indonesia mengambil lokasi pengabdian di Pulau Sailus Kecil, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Provinsi Sulawesi Selatan.




                Perjalanan menuju Pulau Sailus Kecil membutuhkan waktu yang cukup lama. Proses pemberangkatan tim Ekspedisi Nusantara Jaya koridor NTB dimulai dari Meet Point Mataram pada tanggal 17 September 2017 hingga menuju ke Pelabuhan Bima untuk melakukan upacara pelepasan oleh perwakilan pemerintah setempat di NTB. Perjalanan dimulai menggunakan Kapal Perintis ENTEBE EXPRESS yang membutuhkan waktu sekitar 17 jam untuk dapat sampai di Pulau Sailus Besar. Perjalanan diakhiri dengan menggunakan kapal nelayan dari Pulau Sailus Besar menuju Pulau Sailus Kecil yang membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Tim ENJ sampai di Pulau Sailus Kecil pada tanggal 19 September 2017. Secara administratif, Pulau Sailus Kecil termasuk bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan, namun secara geografis, Pulau Sailus Kecil lebih dekat jika berlayar dari Provinsi Nusa Tenggara Barat.



                Pengabdian yang berlangsung selama 10 hari ini berlandaskan pada 4 divisi, yaitu divisi kesehatan, divisi lingkungan, divisi pendidikan dan divisi ekonomi kreatif. Fildzah, selaku koordinator dari divisi ekonomi kreatif memaparkan kondisi masyarakat di Pulau Sailus Kecil yang masih jauh dari sentuhan teknologi dan modernisasi. Pulau Sailus Kecil, hanya memiliki satu desa, yaitu Desa Poleonro, yang terdiri dari 8 Rukun Tetangga dan memiliki sekitar 1200 jiwa. Garis perekonomian masyarakat Desa Poleonro hanya berpangku pada profesi sebagai nelayan.  Pulau Sailus Kecil sendiri dihuni oleh beberapa macam suku, yaitu Suku Mandar, Suku Bajau dan Suku Madura. Suku asli dari Pulau Sailus Kecil sendiri yaitu Suku Mandar, selebihnya adalah pendatang yang pada akhirnya menetap di Pulau Sailus Kecil. Karena minimnya tenaga pendidik dan fasilitas yang kurang memadai, Desa Poleonro hanya memiliki satu Sekolah Dasar, yaitu SD 16 Sailus Kecil dengan jumlah sekitar 150 siswa dan satu Sekolah Menengah Pertama Satu Atap yang berjumlah 46 siswa. Tenaga pendidik SMP hanya berjumlah 4 orang beserta Kepala Sekolah. Menurut Ibu Fatimah, sebagai salah satu guru di SD 16 Pulau Sailus Kecil, masih adanya keterbatasan siswa – siswi dalam memahami bahasa Indonesia. Jika ingin melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, mereka harus menyekolahkan anaknya ke pulau tetangga yaitu Sailus Besar ataupun ke Makassar.





                Dilirik dari sisi perekonomian, untuk sekedar menjajakan hasil buminya maupun belanja kebutuhan hariannya, mereka harus menunggu kedatangan kapal perintis yang jadwalnya sekitar 8 hari sekali. Biasanya mereka menjualnya ke pasar di Sumbawa ataupun Bima. Bapak Irwan, selaku Kepala Desa Poleonro mengatakan bahwa masyarakat Desa Poleonro masih minim pengetahuan dan informasi terkait pengolahan sumber daya alamnya. Sehingga, mereka hanya dapat menjual mentah hasil buminya seperti ikan, kacang hijau dan kelapa. Desa Poleonro pun tidak memiliki tenaga ahli kesehatan, dan hanya mengandalkan dukun bayi. Adapun perawat atau tenaga kesehatan lainnya, hanya sesekali datang karena harus singgah dari pulau ke pulau. Selain itu, pulau yang masih sangat asri ini masih belum terjangkau sinyal telefon maupun internet. Dalam memenuhi kebutuhan listrik hariannya, masyarakat Desa Poleonro mengandalkan panel surya yang hanya dapat menerangi Desa Poleonro pukul 7 hingga 12 malam.  Ketersediaan air bersih dan air tawar pun masih sangat minim, karena dalam memenuhi dan melakukan aktifitas hariannya, air tawar hanya digunakan untuk minum dan memasak saja, pun dengan jumlah yang terbatas.
                Sulitnya tim ENJ mengakses informasi tentang Pulau Sailus Kecil tidak menjadikan mereka berkecil hati untuk terus mengabdi. Namun, siapa sangka keramahan masyarakat Desa Poleonro membuat tim ENJ mulus dalam menyalurkan beberapa programnya. Berangkat dari latar belakang anggota yang beraneka macam seperti, pertanian, kelautan, kedokteran dan ilmu kesehatan, pendidikan, kepariwisataan dan beberapa konsentrasi studi lainnya, tim ENJ mengemas programnya berupa bhakti sosial, donasi pakaian layak pakai, pembuatan taman baca dan perpustakaan, sosialisasi rajin menabung, sosialisasi kewirausahaan, sosialisasi GenRe, pembedayaan PKK, Cek Kesehatan Gratis, perbaikan lingkungan dan sanitasi, penguatan perekonomian dan pengolahan sumber daya serta mengeksplore Pulau Sailus Kecil sebagai daya tarik wisatawan.




                Penutupan program berlangsung secara sederhana dan disambut hangat oleh seluruh warga masyarakat Desa Poleonro dengan mengadakan tasyakuran. Tim ENJ pun disuguhkan tarian-tarian adat serta lagu-lagu khas Pulau Sailus Kecil, seperti Tengga-Tengga Lopi, Dodema, Tola-Tola Menya serta Potong Padi. Acara penutupan dan perpisahan yang berlangsung khidmat pun sangat diresapi oleh teman-teman ENJ dan masyarakat Desa Poleonro sebagai rasa syukur dan ucapan terimakasih atas kedatangan tim ENJ ke Pulau Sailus Kecil. Tim ENJ kembali pulang ke daerah masing – masing dan lepas dari Pulau Sailus Kecil pada tanggal 29 September 2017 menggunakan Kapal Perintis Papua 2.



                Sebagai tindak lanjut dari pengabdian ini, Fildzah beserta 19 rekannya dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam satu tim ekspedisi memiliki tekad untuk terus berjuang bersama membangun negeri sebagai salah satu jembatan kepada pemerintah. Besar harapan mereka bahwa melalui program ini, dapat membantu pemerintah agar lebih memperhatikan kondisi masyarakat Indonesia di perbatasan, khususnya di Pulau Sailus Kecil. Hingga saat ini, donasi masih terus dilakukan untuk dapat disalurkan ke masyarakat di Pulau Sailus Kecil seperti pakaian layak pakai, buku-buku bacaan serta obat-obatan.
                “Mewujudkan poros maritim dunia tidak semudah membalikkan telapak tangan, diperlukan kerja keras, pengorbanan dan keikhlasan yang tiada akhir. Sekecil kebaikan, selamanya terkenang. Teruslah semangat untuk membangun negeri, para generasi penerus bangsa !” Pungkasnya.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
I know it was so late, but I'll try an do my best there, and never do the same mistakes. OMG, it's really make me exhausted after at all, when the others think waiting on 2 hours is really make them boring, hey you guys ! how about me ? waiting until 2 weeks ! 2 WEEKS ! 
Behind it all, with my sure, that my supervisor really notice me on the kind of this proposal. he's so perfect and wanna make his student being perfect too, cool ! I love it, but on the other way, sometimes he do something that make me think so hard and can't get sleep. Oh man, now I get the point of the student of university. 
Somehow, I just wanna say that, just because everything is possible to happen, it doesn't mean that everything is acceptable. So, you have to adapt well with anyone around you, not press them to adapt with your own. 
But, from this kind of, I get some point that :
whatever, something you do, you have to do with your HEART, LOGIC, RATIO and FEEL. Not using your EGOISM, EMOTION, and HASTY. Just let it flow, slow but sure ~
So, this is the preface I think. There's so many more "something hard" of this life that I have to face it all by my own. I'm sure, it's worth ! it's make me being as strong as I can for the maximum level. Then, I have to do my PKL for one month later, with the risk I have to absent my first week on the sixth semester. Oke, I'm ready, to study more hard than the other, work more hard than the other, and think more deep than the other. I must enjoy my life then there, even so cold and I'm phobia with cold, oke it's so freak for me. Yah, I'm not alone in this long journey, I still have my lovely books, novels, and something to read as my hobby. Then, I still have so many musics to hear as my favorite. and one the important, I still have HIM, Allah.. who always beside me ever after.

So, welcome Malang, welcome my hard-work-places ! Keep Rock'n !
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hai.. malam ini kami kumpul perdana, dan inilah mereka, ke 63 teman-teman saya yang akan membantu saya dalam bekerja setahun kedepan. Selamat berproses kawan-kawan :)

Fresh Launching Pengurus Himagrotek Periode 2013-2014 
PENGURUS HIMAGROTEK PERIODE 2013-2014
KETUA UMUM : Fildzah Kharisma N. Haq (A1L011058)
WAKIL KETUA UMUM : Aan Nawawi (A1L011004)
SEKRETARIS : 1. Hani Sulistyaningsih (A1L011112)
2. Yuniar Wulansari (A1L012185)
3. Haris Dwijayanto (A1L011088)
BENDAHARA : 1. Risky Nuraeni (A1L111004)
2. Ahyu Puspita Sari (A1L012112)

A. DEPARTEMEN KEILMIAHAN DAN RISET
Kadept: Ahmad Izzul Farkhi (A1L011036)
Kasub. Ilmiah: Wahyono (A1L012096)
1. Sri Mordaningsih (A1L012001)
2. Mimsin Yuda K. (A1L012045)
3. Bibit Aizzah (A1L012197)
4. Gani Husni M. (A1L012150)
Kasub. Riset: Rida Firmansyah (A1L012007)
1. Zulaeha Nur R. (A1L011070)
2. Isnan Ujiono (A1L012047)
3. Asif Abdulah (A1L012014)
4. Yusnia Anggreani (A1L012066)

B. DEPARTEMEN INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Kadept: Aliza syifa (A1L011115)
Kabag. Advokasi : Risqa Naila Khusna Sy. (A1L011037)
1. Septiani Auliana (A1L011056)
2. Yurideanto (A1L011200)
3. Hanifah Maryani (A1L012188)
Kabag. Media Informasi: Aziz Primado (A1L011034)
1. Amanullah T.T.W (A1L011060)
2. Zaheidy Nikmaturramdani P. (A1L012104)
3. Intan Pangesti (A1L012049)
4. Riska SF Sinaga (A1L112035)
5. Zefrizal L. Swartha (A1L012171)

C. DEPARTEMEN PENGKADERAN
Kadept: Nur Setiana (A1L111029)
Kasub. PO: Yopi Delanuari (A1L012199)
1. Nurul Munawaroh (A1L012079)
2. M. Kholidin (A1L012051)
3. Ricky Yuliawan Sigmatika (A1L012149)
4. M. Hafizh T. (A1L012177)
5. Priyambada Yudha Baskara (A1L012121)
Kasub. PSDA: Rizky Agung Laksono (A1L012085)
1. Michael Marv’ao (A1L011160)
2. Agung Zaky (A1L012128)
3. M. Rizki Ramdani (A1L012173)
4. Desi Nila Qonita (A1L012092)
5. Nurul Septi (A1L112015)

D. DEPARTEMEN KEWIRAUSAHAAN
Kadept: M. Ridwan R. (A1L111044)
1. Dian Nurdiana (A1L011064)
2. Riana Dewi (A1L011061)
3. Annisa Trimulatsih (A1L011077)
4. Fadhli Hibatul W. (A1L012034)
5. Rizky Utami (A1L012026)
6. Mentari Darawijaya (A1L012086)
7. Novita Aristiani (A1L012064)
8. Ageng Nur Pribadi (A1L012165)
9. Mizar Muarifah (A1L012100)
10. Lely Hayu Damayanti (A1L012166)

E. DEPARTEMEN SOSIAL MASYARAKAT
Kadept: M. Fachrur Rofik (A1L011035)
1. Ajeng Damayanti (A1L011048)
2. Aristo Tellesyla Sutejo (A1L112016)
3. Teguh Hermawan (A1L112036)
4. Gema Tondi (A1L012115)
5. Leony Agustine (A1L011075)
6. Tantry Afriliani Salmah (A1L012157)
7. Sella Wulandari (A1L012151)
8. Vinda Anindyta (A1L012072)
9. Nova Nurshindy (A1L012022)
10. Afdhala Chairullah A. (A1L012163)

Selamat berproses kawan-kawan, himagrotek selalu di hati 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Well, suddenly I'm so attrack full to this country. What a beautiful here. Great nature view at all. And I'm in love with Switzerland, wanna get travel to study there one day, and get work as well, amen. Nothing impossible if we believe , right ? :))

And these, that I'm lovin' of.....


What a beautiful scenery !




Wow, so green in every part ! suitable in mine :)


Look ! the peaceful thing I wanna get 


Zurich at night, the romantic one :)


an amazing traffic rules ! 


here, that I fascinating on. Get it soon !




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
wander, then you will find friends, experiences and memories that you never imagined before. Go on, until you find a decent place for your heart and your life as well to your future. - Fildzah -


Solo, 25th - 28th January 2013


Flashback , before today, even bofore D-Day, I can't imagine well what will be happen. I think, it just a dream. But, with all of the struggle, with the tones of spirit. Everyday we practice, training and try to be a great debater. I'm still remember , in my birthday I was writing this dream. And finally it's happen. Thanks God, for being me and my team ( Fauzan as 1st speaker, me as 2nd speaker, and Budi as 3rd speaker) as semifinalist novice of SODC 2013, and my N-1, Mbak Tami  as the one of panel adju. Alhamdulillah. And billion thanks, for my beloved ijah and kisti who always make me calm, comfort with the atmosphere of, and accompany us as well. I don't know, without them maybe I was so complicated at all, scary of and so on. Thanks for the memories, still remember our promises one day to be the one of great debater, right ? So, let's play, let's burn ! nothing impossible in this world if we believe on :))

Thanks for this chance, the big experience, expensive moment, great team mate !













Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

That's what we called it "casebuild, team mate, and fighting in debate"  !

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

A life that’s worth it’s not a wealthy life, not an honorable life, nor a long life. But life that you’re ‘a worthy person’ and makes other ‘worthy’ also.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Terkadang, sendiri itu lebih baik . Aku mampu melihat dunia lebih dalam, lebih luas. Akupun mampu melihat diriku yang sesungguhnya.
Tanpa celah, tanpa batas. Bebas ! Lepas !

Dengan sendiri, aku bisa meluapkan segalanya.  Apa yang kuinginkan, ku mampu melakukannya. Menangis , menulis, membaca, menyanyi, menghayal , merenung bahkan tidak melakukan apapun.

Aku mampu merasakan damainya dunia. Aku merasa lebih dekat. Lebih hidup.
Bahkan aku bisa mendengar degup jantungku.

Ya, kurasa setiap orang juga butuh kesendirian dalam tiap celah hidupnya. Sendiri, menurutku itu sangat perlu. Agar aku mampu  melihat, mendengar bahkan merasakan siapa aku, untuk apa aku disini, bagaimana aku menjadi “aku” ? yah, semuanya terbesit.

Sendiri, hanya ditemani cahaya rembulan dan kerlip bintang yang seolah malu-malu untuk menampakkan dirinya. Ah apa benar ia malu ? atau ia tak mau melihatku ?  ya, bagiku, ini memiliki keindahan tersendiri. Memiliki seni. Tak banyak orang yang bisa melakukannya, bahkan meresapinya. Tak banyak !

Jutaan tanya , jutaan kata terungkap dalam hening. Biar saja ia mengalir, biarkan. Kan ku tunggu hingga semua terjawab. 


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Event division of :

- OSPEK FAKULTAS PERTANIAN UNSOED 2012 - 

- MAKRAB HIMAGROTEK 2012 - 


- FAMILIARITY NIGHT OF SEGA 2012 -



# SELESAI #

Thanks for the organization and committee that especially told me the great experience !

Next target : My project in my work programme of Talent and Development Department 


Here  :            ------> SEGA FEST 2012 <------ font="">


don't forget , follow us : @segafest2012 

Let's play #SEGAFEST2012


I'll wait your participation and contribution pals ! :)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana. 

‎"biarkan aku jatuh.. seperti sehelai daun. daun yang tak pernah membenci angin, walau harus terenggut dari tangkainya"



--Tere Liye, novel 'Daun yang jatuh tak pernah membenci angin'
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

"Look... just because I rock, doesn't mean I'm made of stone." -Me, Myself, and Irene

"I don't care what people think about me, because I believe in myself. And I know that things are gonna be okay." -A Cinderella Story

"Miracle does happen, all you need is to believe in yourself." –Miracle

"Sometimes things happen for a reason. Something bad to force something good." -Life As A House (2001)

"You don't stay at the top forever" - Casino (1995)

"You can live for the past or live for the future. Just pick one and be faithful to it." -Message In a Bottle

"They judge me before knowing me" – Shrek

"We're all different. It’s part of the job of life to find out who you are & what you got." -Happy Feet Two

"Men went to bed with the dream, they didn't like it when they would wake up with the reality." - Notting Hill (1999)

"Find your identity and worth, not from what you can do but from who you are." -Never Say Never

"Hope. It is the only thing stronger than fear." - The Hunger Games


that's all is some quotes that maybe it can describes something happen for every mindkind on the basis that happens in a life and of course, destiny.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Kadang, kita menemukan rumah justru di tempat yang jauh dari rumah itu sendiri. Menemukan teman, sahabat, saudara. Mungkin juga cinta. Mereka-mereka yang memberikan ‘rumah’ itu untuk kita, apa pun bentuknya.

Tapi yang paling menyenangkan dalam sebuah perjalanan adalah menemukan diri kita sendiri: sebuah rumah yang sesungguhnya. Yang membuat kita tak akan merasa asing meski berada di tempat asing sekalipun…

… because travelers never think that they are foreigners.



-Cuplikan novel Life traveler-



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

“ kita memang hidup dalam sekat - sekat, pengotakan, pelabelan dan saat label kita dicabut kita bukan siapa - siapa lagi..
andai kita boleh memilih pasti kita akan memilih hidup bahagia, serba kecukupan dan apa yang kita mau ada, tapi ga ada jaminan dalam hidup buat selalu bahagia..
kadang kita tidak dihadapkan pada pilihan, seperti burung - burung senja itu yang sewaktu bisa jatuh kapan saja tanpa kembali lagi ke sarang mereka..
kadang kita merasa waktu telah mematahkan sayap - sayap kita dan waktu pulalah yang mengajarkan kepada kita untuk mengerti dan tidak memilih.."

-cuplikan film Malaikat tanpa Sayap-

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Orang yang ( Insya Allah ) SUKSES adalah mereka yang mau berusaha dan berjuang diatas rata - rata usaha orang lain , berjuang disaat yang lain terlelap. Dan lebih banyak waktu untuk berfikir daripada untuk tidur. 

- Man jadda wajada -
- Keep spirit until the end -
- Ich würde zehn Schritte gehen, wenn jemand anderes geht noch einen Schritt -


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Ketika itu, sekitar 2 bulan yang lalu.. seleksi kepanitiaan SEMNAS dan PERNAS FKK HIMAGRI ke XIII.
Setelah terbentuk.  Babak baru dalam kehidupan pun dimulai.  Perjuangan banget, selama 2 bulan ini. Kami rapat sampai tengah malam, merelakan tenaga , waktu dan pikiran. Merelakan waktu liburan kami, yang sebenarnya kami bisa menikmati liburan semester 1 kami, namun kami harus tetap stay disini, ya pulang sekadar melepas rasa rindu pada kampung halaman dan keluarga.  Kami ( khususnya dari acara) yang notabenenya bukan orang asli Purwokerto, (berasal dari Tegal, Banjarnegara,Bandung, Kalimantan dan Riau) bisa dibayangkan bagaimana caranya rapat selama liburan saat kami pulang ke kampung halaman. Kerja keras hingga menginap di rumah kakak angkatan untuk melanjutkan rapat dan lain sebagainya. Serta hal konyol, mencari tempat field trip hingga ke Kebumen , kehujanan basah kuyup sembari menikmati perjalanan senja di ufuk barat. Sungguh indah sekali saat-saat itu.  
H-1 Seminar nasional, 2 Maret 2012
Malam sebelum seminar, kami semua panitia bercampur baur mengurus gedung yang akan kami pakai esok hari. Lembur hingga tengah malam, dan kami pun dipusingkan dengan kedatangan para delegasi dari berbagai daerah yang datang bertubi-tubi. Kehujanan, itu sudah barang biasa. Hingga kami sempatkan untuk bermain-main dengan air hujan *mengulang masa kecil* di tengah stress nya kami. Dan kami pun tidur dengan para delegasi yang bermalam di tempat kami. Awal bertemu dengan mereka, kikuk juga karena bahasa dan logat kita sangat jauh berbeda, namun kami akhirnya dapat beradaptasi.  Ada yang tengah malam baru sampai di stasiun dan kami berbondong-bondong menjemputnya. Hari itu, lelah tak terasa.. kami begitu menikmati. Karena susah senang kami hadapi bersama.
Esok harinya…………..
Seminar nasional, 3 Maret 2012
Pagi buta kami bangun dan pulang ke kos (karena kami bermalam dan sibuk mengurus semnas), setelah mempersiapkan segala sesuatunya. Dan dibukalah SEMINAR NASIONAL DAN PERTEMUAN NASIONAL FORUM KOMUNIKASI DAN KERJASAMA HIMPUNAN MAHASISWA AGRONOMI INDONESIA KE – XIII dengan tema, REVOLUSI ARUS BAWAH : KEDAULATAN PANGAN DAN LAND REFORM
Berbagai peserta bercampur baur datang di gedung Rektorat lantai III , baik dari lokal maupun para delegasi yang dari berbagai daerah di Indonesia. Kami mendatangkan pembicara dari LITBANG Pertanian, Dr.Ir.Handewi Purwati Saliem, dan dari PERAGI, Bapak Nasruddin Amiruddin , MM dan Pak Tedy Dirhamsyah ( alumni UNSOED). Serta ada keynote speech dari Bupati Banyumas, Bapak Drs.H.Mardjoko, MM. Materi yang sungguh mengena dengan kondisi negeri kita sekarang ini, hingga banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan dari peserta. Dan intinya, kitalah para generasi penerus bangsa yang akan menjadi agent of change , yang diharapkan dapat berkontribusi penuh untuk memperbaiki kondisi bangsa. Bukan hanya dalam ucapan, namun aksi juga sangat dipentingkan.
Acara pun berjalan lancar sampai pada penutupan. Dan saatnya kami memulai babak baru, yaitu Pertemuan Nasional. Seusai acara Seminar Nasional, para delegasi dibawa ke tempat penginapan di Hotel Pondok Indah dan Virgo lokasi Baturraden.  Dan acara ini berlangsung pada tanggal 4 – 7 Maret 2012. Pagi harinya, sidang dan rapat pun dimulai hingga larut malam dan pagi. Dan begitulah seterusnya hingga tanggal 6 Maret 2012. Dan secangkir kopi hitam benar-benar menjadi teman sejati (bagi mereka) !
Saat kami pusing dan butuh refresh, dengan memandang kota Purwokerto di malam hari dari Baturraden sungguh sangat indah sekali, dan membuat kami terbawa dengan suasana melankolisnya. Merasakan kehangatan keluarga baru ditengah dinginnya Baturraden. Kami melihat INDONESIA disini..
Dan tibalah saat yang ditunggu-tunggu, yaitu pemilihan Sekretaris Jenderal FKK HIMAGRI. Dan SELAMAT kepada Mas Anto dari UMY. Semoga bisa menjadi pemimpin yang amanah dan sesuai dengan visi misi beliau. Ditengah pusingnya rapat yang berjam – jam, ada Bang Haris dari Kutai yang selalu menghibur dan kocak abis. Bahkan saat kami tak kuasa membangunkan delegasi di pagi hari, saat ada Bang Haris semua bisa bangun seketika. Huahahaha..
Dari tim panitia, angkatan 2009 – 2011, dan dominasi angkatan 2011. Yang mulai tanggal 5 Maret sudah mulai memasuki bangku kuliah lagi. Bayangkan , betapa keras perjuangan kami, pagi hari turun dari Baturraden ke UNSOED untuk kuliah, sepulang kuliah naik lagi ke Baturraden begitulah setiap harinya.
7 Maret 2012 – Field Trip
Field Trip ini bertujuan untuk mengenalkan Banyumas dan sekitarnya kepada para delegasi, serta untuk merefreshkan pikiran setelah berhari – hari rapat tiada henti.  Kami membawa mereka ke Lokawisata Baturraden, dan komentar mereka “Woow” ! baru memasuki arena saja sudah berfoto-foto, apalagi setelah bermain dan memasuki dunia Banyumas ? pokoknya ribuan foto sudah mewakili ekspresi mereka. Kami kenalkan mereka pada pancuran 3, pancuran 7, taman botani, papan luncur, mobil genjot, sepeda air, dan masih banyak lagi. Dan hari ini Sekretaris jenderal yang baru sedang ulang tahun,  yasudah otomatis berbagai cara mereka lakukan untuk mempersembahkan hadiah kepada Pak Sekjend.  J
Setelah puas , kami kembali ke hotel dan saatnya packing perpisahan L . Sebelum pulang, kami sempatkan lagi untuk berfoto bersama para delegasi, sungguh sangat terasa kehangatan ini bersama mereka. Bahagian sekali melihat keakraban panitia dan delegasi. Trully New Family ^_^
Dan sebelum pulang, kami antar mereka ke tempat oleh-oleh khas Banyumas, Gethuk dan soto Sokaraja. Ngakak  juga melihat kakak-kakak yang cowo belanja bejibun --a .Dan seusai belanja, kami memberikan souvenir khas Banyumas, patung Bawor , kepada teman-teman delegasi. Dan terlihat rasa bahagia dari wajah mereka.
Dan, inilah saat – saat yang kami benci. PERPISAHAN !!!   Rasanya itu NYESEK BANGET saat kami harus berpisah, dan saat kami dari tim panitia mengantar mereka pulang ke stasiun , terminal dan sayangnya gak bisa nganter ke bandara *ga ada bandara disini. T.T . berasa ada yang hilang. Namun, meski secara fisik mereka tak disamping kami lagi, dan berharap suatu saat akan dipertemukan lagi. Ada mereka di hati kami sampai kapanpun.  Dan akan kami ceritakan kelak kepada anak cucu kami, tentang indahnya masa ini, berjumpa dengan kawan – kawan se-Indonesia, berbeda namun satu.  #maaf sedikit lebay
SAMPAI JUMPA KAWAN… SEMOGA KITA SELALU MENJALIN SILATURAHMI KITA.
DAN KATAKAN PADA MEREKA, BAHWA KITA PERNAH  BERSAMA DISINI, DI TEMPAT INI.
Terimakasih Allah, untuk kesempatan ini..



Walau baru bertemu, sudah terlihat keakraban mereka :)




Serah terima dari Sekjend lama (kiri) ke Sekjend baru (kanan)


Field Trip :D


Salam Perpisahan .....


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Fildzah Kharisma N.H

Fildzah Kharisma N.H

About me

I’m a girl who loves nature, green, environmentalist, and social humanitarian enthusiasm.

Halaman

  • Home
  • Travel
  • Contact

Visitors

Followers

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

recent posts

Label

  • cerpen
  • English
  • Environment
  • Friends
  • Goresan hati
  • Indonesia
  • Life Traveler
  • Masa sekolah
  • Opini
  • Perjuangan
  • Puisi
  • Religi

Blog Archive

  • Mei 2020 (2)
  • April 2020 (3)
  • November 2019 (1)
  • April 2019 (1)
  • November 2017 (3)
  • Oktober 2017 (2)
  • Januari 2017 (2)
  • Maret 2016 (2)
  • Maret 2015 (1)
  • Januari 2015 (1)
  • Februari 2014 (1)
  • Januari 2014 (1)
  • Desember 2013 (3)
  • Agustus 2013 (5)
  • Juli 2013 (3)
  • Juni 2013 (1)
  • Maret 2013 (3)
  • Februari 2013 (7)
  • Januari 2013 (2)
  • Desember 2012 (6)
  • November 2012 (2)
  • Oktober 2012 (3)
  • September 2012 (1)
  • Agustus 2012 (10)
  • Juli 2012 (2)
  • Juni 2012 (3)
  • Mei 2012 (3)
  • Maret 2012 (1)
  • Februari 2012 (3)
  • Januari 2012 (5)
  • Agustus 2011 (2)
  • Juli 2011 (4)
  • Juni 2011 (3)
  • Mei 2011 (5)
  • April 2011 (2)
  • Januari 2011 (1)
  • Desember 2010 (1)
  • Agustus 2010 (4)
  • Juli 2010 (3)
  • Juni 2010 (7)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates