Diberdayakan oleh Blogger.

Colours of Life

some though of mine, myself, and my life ~


Tepat hari ini, Sabtu, 02 Mei 2020 kita semua memperingati Hari Pendidikan Nasional. Pasti kita tak kan lupa akan semboyan dan figur yang melekat penuh tentang pendidikan. Yap, ialah beliau Ki Hajar Dewantara dengan semboyannya "ing ngarso sung tuladha, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani" . 

Jika kita melihat dari kacamata pendidikan, sudahkah pendidikan di Indonesia merata ? sudahkah seluruh warga negaranya dapat mengenyam pendidikan yang termaktub dalam UUD 1945 Pasal 31 ?

Kemudian aku teringat pada beberapa kali aku mengikuti kegiatan bertajuk pendidikan yang mungkin tidak asing lagi di dunia pendidikan yaitu "Kelas Inspirasi". Pertama kali aku mengikuti Kelas Inspirasi yaitu saat tahun 2017 di Tegal, penempatan di Desa Harjawinangun dan aku menjadi relawan fotografer. Bahkan saat itu aku ditunjuk dimintai tolong karena kekurangan fotografer. Disitulah pertama kali aku mengenal Kelas Insprasi. Masih belum terlalu tersentuh saat itu, karena aku teramat fokus pada tiap bidikan kamera yang menjadi hobbyku dan ku nyaman bermain dengan lensa untuk dapat menghasilkan gambar yang dapat menyampaikan cerita didalamnya. Ku mengenal beberapa relawan lain yang menjadi relawan pengajar yang berasal dari berbagai macam daerah sesuai dengan profesinya masing - masing dan mengenalkan cita - cita pada siswa - siswi sekolah dasar dimana kami ditempatkan. Kegiatan berlangsung hanya satu hari dan dalam satu hari itu proses belajar mengajar "diambil alih" oleh kami, lalu guru-guru pun ikut serta memantau anak didiknya. Uniknya, mungkin dalam proses KBM harian siswa - siswi belajar seperti biasa dan dikenalkan cita - cita tanpa ada "prototype" atau pelaku yang berprofesi langsung. Nah.. disini, dengan berbagai macam pengajar yang sudah berprofesi mengenalkan profesinya kepada siswa - siswi. Kebanyakan target dari kegiatan Kelas Inspirasi ini adalah sekolah - sekolah (SD) yang masih terpencil, jauh dari sentuhan modernitas atau pun bahkan bisa jadi di kota-kota namun memang masih dibutuhkan sentuhan dan pemahaman akan "what we called it dreams".


dokumentasi pribadi : salah satu siswa di SD Harjawinangun 01


Pada tahun 2018 aku diajak kembali untuk mengikuti Kelas Inspirasi Tegal, dan saat itu aku mencoba ikut seleksinya dan ambil peran sebagai relawan pengajar penempatan di area Bumijawa. Aku bersama para relawan lain ditempatkan di SD Sigedong 01. Mendengar kata Bumijawa saja sebetulnya cukup membuatku tertarik karena didukung dengan kondisi alam yang bagus. Saat itu aku mengenalkan tentang dunia pertanian dan lingkungan. Awalnya aku ragu, apakah anak - anak SD tersebut akan tertarik atau acuh ? Ternyata mereka tertarik dan ketika jadwal Back to School di dua bulan setelahnya, mereka masih mengingat para relawan dan saat aku ajak mereka untuk menanam (kebetulan tema yang diambil saat Back to School yaitu "menanam pohon bareng anak kaki gunung slamet" sehingga aku mengisi materi dan membawa beberapa jenis bibit tanaman untuk dibagikan dan ditanam bersama). Terlepas dari kepentingan apapun, aku sangat terharu bahwa guru-guru melihat kegembiraan para siswa saat dikenalkan tentang mimpi, cita-cita, dan bahkan point plusnya bagi aku pribadi, bisa dekat dan mengenal para generasi penerus bangsa ini, indeed. Terlebih, mereka hidup di lingkungan yang tiap mereka membuka mata di pagi hari, mereka bertatap langsung dengan anugerah Tuhan yang tiada bandingnya, kesejukan dan hamparan pepohonan yang menjulang membentuk gugusan bukit - bukit dan sesekali Gunung Slamet menampakkan kegagahannya. 


seorang siswa yang sedang menempelkan cita - citanya di pohon cita-cita.

Di tahun 2019 pun aku ikut seleksi KI kembali di tiga daerah yaitu Yogyakarta, Purwokerto dan Tegal. Namun saat di Yogyakarta kebetulan jadwal bersamaan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sehingga aku berhalangan hadir. Saat di Tegal pun aku berhalangan hadir. Sehingga hanya di Purwokerto yang bisa kuhadiri, itupun selama masa kuliah aku belum pernah mendarat di area Banyumas tepatnya di Desa Binangun. Aku ditempatkan di SD Binangun 03, dan wow ! it was awesome ! aku sangat merekomendasikan area ini menjadi salah satu rujukan untuk KKN Unsoed, atau mungkin sudah pernah (?). Karena banyak aspek kehidupan lainnya yang (masih) perlu ditingkatkan selain pendidikan.




Btw, anak - anak di Binangun pun sepertinya masih jauh dari sentuhan teknologi dan modernitas. Terlepas dari sudut pandang pribadi, sebagai tenaga pendidik, guru - guru di Binangun pun bercerita tentang kehidupan anak - anak disana dan betapa pendidikan disana menjadi pencerah. Terlihat dari gurat bahagia anak - anak pun ketika dikenalkan tentang mimpi dan cita - cita, menjadi jawaban atas rasa penasaranku. Bagaimana mungkin, kita bisa berkata bahwa pendidikan di negeri ini telah merata ? sementara banyak titik air mata dari para pendidik yang menghujani perasaan dan keibaanku setiap cerita demi cerita dan sayup - sayup terdengar rintihan akan kesejahteraan pendidik sementara mereka adalah pembawa lentera ? Melihat keluguan anak - anak disana membuat aku semakin tertampar bahwa anak - anak adalah generasi emas, mereka adalah aset bangsa yang perlu kita dorong, perlu kita jaga untuk menjadi garda terdepan dalam menghadapi perputaran zaman. 

Ingatanku kembali berputar pada saat aku berada di Pulau Sailus Kecil, disana hanya terdapat satu sekolah dasar, yang kondisinya pun cukup memprihatinkan baik dari sarpras maupun kurangnya tenaga pendidik. Jika ingin melanjutkan ke jenjang lebih tinggi maka harus berlayar ke pulau sebelah atau tidak sedikit pula yang berlayar ke Lombok. Ku teringat pada salah satu guru disana (bukan asli Sailus) yang pada akhirnya memutuskan untuk menetap dan mengabdi di Sailus. Hati siapa yang tidak bergetar membaca sebuah pengorbanan demi memprioritaskan pendidikan ? Betapa pendidikan hingga saat ini masih menjadi problema yang belum terpecahkan ? 
Sila bisa dilihat kondisi pendidikan di Indonesia Timur tepatnya di Pulau Sailus di video youtube pada blog ku di ENJ 2017 NTB. 


berfoto bersama anak - anak Pulau Sailus, sesaat sebelum berpisah.



Bagiku, pendidikan bagaikan oase di tengah gurun. Ia seperti tegukan air yang senantiasa menyejukkan keringnya dahaga. 
semoga kesejahteraan senantiasa memeluk para pembawa lentera, sang pendidik. Terimakasih kuucapkan kepada para guru di seluruh penjuru negeri ini. Semoga anak - anak Indonesia ini menjadi para generasi penerus bangsa yang tumbuh menjadi tonggak dan pembawa estafet yang patut kita banggakan.

Selamat Hari Pendidikan Nasional ! Jayalah negeriku !



bersama anak - anak di Bumijawa 
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Gunung Kelud
Gunung Kelud meletus pada tanggal 13 Februari 2014, bertepatan dengan saat aku melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Kota Batu – Jawa Timur selama 1 bulan. Tidak ada tanda – tanda sebelumnya, namun ketika subuh kala itu, aku dibangunkan temanku yang juga satu kost denganku dan mengatakan bahwa Gunung Kelud meletus. Aku berusaha tenang, aku buka handphone ku pun tidak ada sinyal. Karena posisi kami terpencar, beberapa temanku mengambil tempat PKL di Kediri – FYI, tempat PKL ditentukan oleh pilihan sendiri dari mahasiswa/i –, (sebulan sebelumnya aku telah survey ke Balitjestro bersama kakak-kakak angkatanku di himpunan). Aku baru bisa menghubungi temanku di Kediri setelah agak siang karena sedari pagi sinyal/komunikasi terhalang, sehingga saat siang hari aku hubungi mereka, dan ternyata mereka di evakuasi. Orang tua dan keluargaku pun menanyakan kabarku dan begitu khawatir, karena abu vulkanik dari Gunung Kelud cukup luas hingga ke Provinsi Jawa Tengah. Beberapa hari sempat mengalami “kegelapan” sehingga kami khususnya aku yang melakukan penelitian di perkebunan belum dapat melanjutkan researchku. Meski tiap hari selalu diberi pemandangan indah secara gratis, bisa menatap indahnya Semeru dan beberapa gunung lain di sekitarnya dari lantai 2 kost, beberapa kali melihat pelangi di kebun, merasakan dinginnya Kota Batu tiap malam, tiap hari mandi air hangat, berwisata petik tanaman, wisata ke BNS dan Jatim Park, ah seru !!

source : merdeka.com

Btw, aku mengambil topik “penyakit dan cara penanggulangannya pada tanaman anggur”, dan salah satu penyakitnya adalah embun tepung. Embun tepung tersebut berarna putih yang menempel di daun – daun tanaman anggur. Beberapa hari sebelum terjadi letusan, aku membuat beberapa “ramuan” atas hasil konsultasi dengan pembimbingku di kampus dan di Balitjestro. So, you can imagine guys after that? semua tanaman anggur yang ku teliti di kebun seluas itu terkena abu vulkanik, dan aku tidak bisa membedakan mana yang embun tepung dan mana yang abu vulkanik wkwkkw.. But, so far, I say thanks to God, on saving me well until back home and back to university, I’ll remember all the kindness of my family in Batu City, Kediri, Probolinggo, Malang, all Balitjestro’s staff.  SEMOGA SUATU SAAT KITA BISA BERTEMU KEMBALI. SEMUA SANGAT BERKESAN.


Gunung Slamet
Belum ada 1 tahun dari kepulanganku dari Kota Batu, dan masih teringat peristiwa Gunung Kelud meletus, pada bulan Agustus – September 2014 aku melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama teman – teman se universitas yang diacak random (aku punya banyak teman baru hehehe) dan finally aku dapat tempat KKN di Desa Sikapat, desa yang terletak di bawah kaki Gunung Slamet. Hari demi hari dilalui begitu asik karena banyak teman baru yang berbagai macam karakternya, dengan ibu kost yang sangat baik, dengan warga sekitar yang begitu sederhana dalam menjalani hari – harinya untuk bertumpu pada alam. Jadi uniknya, hampir seluruh mayarakat di Desa Sikapat berprofesi sebagai penderes. You know what ? Penderes itu adalah orang yang mengambil nira dari pohon kelapa untuk dijadikan gula merah. Nah !! That’s why we there. Apalagi aku dari pertanian, maka diberikan tugas khusus lah oleh dosen pembimbing KKN, untuk meneliti gula kelapa tersebut, dan menghimbau serta mengedukasi warga untuk tidak menggunakan obat kimia pada nira yang telah diambil. Ada keunikan disini, syarat untuk dapat menikahi anak orang adalah jika laki – laki tersebut sudah bisa memanjat pohon kelapa dan bisa menderes kelapa !, OMG, pantas saja beberapa kali aku discuss dengan para penderes kok masih muda – muda. Hmm.. Tapi yang sudah menjadi adat, biarlah mengalir begitu adanya. Aku fokus pada penelitian gula dari para penderes. Ohya, KKN ku sempat dijeda karena KKN dilaksanakan pada bulan puasa, dijeda lebaran kemudian setelah lebaran lanjut KKN kembali, sehingga setiap hari merasakan buka puasa dan sahur bersama teman – teman KKN dan warga Desa Sikapat. 

source : merdeka.com

Hari demi hari terlewati, aku fokus dengan ikut para penderes berangkat kerja, belajar naik pohon kelapa, wkwk.. dan terus menerus edukasi dari rumah satu ke rumah lainnya untuk mengecek dan memastikan bahwa para penderes sudah berhenti menggunakan bahan kimia dalam campuran nira, dan menggantinya dengan bahan alami. Sebenarnya kami tahu bahwa status Gunung Slamet saat itu sudah di level waspada, dan plang “JALUR EVAKUASI” pun sudah ditancapkan pada sepanjang jalan bahwa menjadi proker dari teman – teman yang KKN dari desa lain yang berfokus pada geologi/kebumian. Selain proker yang fokus pada gula, kami juga fokus pada pembuatan tungku. Saat uji coba tungku, beberapa kali mengalami dentuman dan tungkunya pun bergejolak, namun hal yang ku ingat sampai saat ini adalah ucapan beberapa warga saat kami panik, mereka mengatakan “sing tenang mas mba, ndakpapa, sudah terbiasa begini....banyakin doa, Slamet lagi batuk”. Aku berusaha meresapi dan merasakan ketenangan yang disalurkan oleh masyarakat Desa Sikapat, walaupun kami juga sudah siap jika di evakuasi. Tapi KKN terus lanjut hingga akhirnya kami EXPO di Alun – Alun Banyumas dengan mempromosikan produk kami dan masyarakat Desa Sikapat dengan nama produk “GULA KRISTAL SIKAPAT”, ah begitu mengesankan, hingga akhirnya kami tiba pada hari perpisahan. Finally, I hate the farewell ! Mengapa setiap pertemuan pasti harus ada perpisahan, tapi begitulah hukum alam. I say thanks so much untuk semua kenangan yang tak terlupakan, keakraban, kekeluargaan, dan tetap sama dengan saat di Kota Batu, SEMOGA SUATU SAAT KITA BISA BERTEMU KEMBALI, TEMAN – TEMAN KKN DESA SIKAPAT DAN MASYARAKAT DESA SIKAPAT, LOVE YOU ALL.


 Gunung Agung
Pada tahun 2017, Gunung Agung – Bali mengalami erupsi. Kepulanganku dari Pulau Sailus, aku kembali lagi ke Lombok beberapa hari sebelum pulang ke Jakarta dan Tegal. Malam sebelum pulang sebenarnya masih ragu, lanjut sehari lagi di Lombok, atau langsung pulang. Akupun ragu, ambil rute penerbangan Lombok – Jakarta, atau Lombok – Surabaya, karena kebetulan aku diajak mampir ke Surabaya oleh teman – temanku area Jawa Timur. Padahal Kak Ayu Silvi sudah menunggu di Jakarta, namun memang sebenarnya jadwal kepulangan dari Pulau sempat mengalami perpanjangan karena jadwal kedatangan kapal yang menjemput kami terlambat datang beberapa hari. Saat kami di pulau, tidak ada sinyal, tidak ada listrik, jadi saat terlambat pulang pun kami tidak bisa menghubungi siapapun diluar kehidupan kami di Pulau Sailus. Hehe.. I’m sorry kak, karena telat pulang L  Akhirnya daripada balik Jakarta sendirian, hmmm.. yasudah aku putuskan ambil rute Lombok – Surabaya. Because, temanku, Azizah, juga di Pulau Sailus, berangkat bersamaku namun dia di Pulau Sailus Besar, sedangkan aku di Pulau Sailus Kecil, sementara sebelum berpisah di Pulau waktu itu, Azizah sempat menyampaikan bahwa sepertinya dia bakal balik lebih dulu karena dia sedang studi lanjut S2 dan dia harus berangkat ke Bogor untuk bimbingan/kuliah. Yah bener deh, saat aku masih di Kapal perjalanan pulang dari Pulau ke Lombok, dan sempat dapat sinyal walau naik turun, masuklah SMS dari Azizah kalau dia sudah safe di Jakarta, hwaaa kangen ! Finally ku bisa menyapa duniaaaaa setelah sekian lama tenggelam di pulau tanpa kabar apapun. 

source: suarapubliknews.net

Yhaaa, back to the topic, hingga akhirnya sampai di Bandara LOP dan you know what happen ? ya delay because of Mountain Agung was eruption. Aku langsung keinget film ILY From 3000 Mdpl, mana momennya sama kan di Lombok. But, finally, alhamdulillah Allah masih terus melindungi hingga kami sampai di Bandara Juanda dengan selamat. Dan sampai detik ini, semua pengalaman dan kisah di Pulau Sailus sangat berkesan, dengan seluruh teman – teman dari berbagai macam provinsi, hidup tinggal satu rumah, cari ikan di pantai, tiap sore lihat senja, bercengkrama dengan kesederhanaan, dan keluarga di Pulau Sailus. Ya Allah, I miss them all so much ! PENGIN KETEMU LAGI !

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
I know it was so late, but I'll try an do my best there, and never do the same mistakes. OMG, it's really make me exhausted after at all, when the others think waiting on 2 hours is really make them boring, hey you guys ! how about me ? waiting until 2 weeks ! 2 WEEKS ! 
Behind it all, with my sure, that my supervisor really notice me on the kind of this proposal. he's so perfect and wanna make his student being perfect too, cool ! I love it, but on the other way, sometimes he do something that make me think so hard and can't get sleep. Oh man, now I get the point of the student of university. 
Somehow, I just wanna say that, just because everything is possible to happen, it doesn't mean that everything is acceptable. So, you have to adapt well with anyone around you, not press them to adapt with your own. 
But, from this kind of, I get some point that :
whatever, something you do, you have to do with your HEART, LOGIC, RATIO and FEEL. Not using your EGOISM, EMOTION, and HASTY. Just let it flow, slow but sure ~
So, this is the preface I think. There's so many more "something hard" of this life that I have to face it all by my own. I'm sure, it's worth ! it's make me being as strong as I can for the maximum level. Then, I have to do my PKL for one month later, with the risk I have to absent my first week on the sixth semester. Oke, I'm ready, to study more hard than the other, work more hard than the other, and think more deep than the other. I must enjoy my life then there, even so cold and I'm phobia with cold, oke it's so freak for me. Yah, I'm not alone in this long journey, I still have my lovely books, novels, and something to read as my hobby. Then, I still have so many musics to hear as my favorite. and one the important, I still have HIM, Allah.. who always beside me ever after.

So, welcome Malang, welcome my hard-work-places ! Keep Rock'n !
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
"Fild... well you have give them a life to live for, so now give it to your self too. Keep fighting" -Budi-
(thanks a lot Bud, you're really make my tears run from this eyes, I'm proud of them, I'm proud also for our struggle day by day for them. That's, have to remember!)

"Fild, your debaters are diamond, tell them that there's so many big competition that they have to follow"
 -Mba Ghina-
(Thanks mom, they're more than diamond. They're my angel. I love them so much. Thanks for your trust to me)

"Mba Fildz, semangat ya !" -Temen-temen Agrotek-
(Iya makasih semuanya, semangat untuk lebih baik :) )

"Mate, debatersmu keren-keren, margin kita cuma 1. Semangat ke lomba nasional dll ya :* (Amrul, Ka Tami, Ka Fiogi, dkk)
(Thaaaaaanks banget kaka-kakaku, dan mates ku. Hug you all {})

"Ka Fildzaaah, makasih banget kami sayang banget sama kaka, semangat ka laporannya ! ditunggu eskrimnya :* -Nadia-
(Makasih sayang buat semangatnya. I'll do my best for this report result !)

"Maaf ka, gak bisa bawa pialanya, maaf ka kami mengecewakanmu" -Andi-Dita-Hafiz-Odi-Nadia-Zahra-
(Adik-adikku sayang, bukan itu yang kumau, melihat kalian berjuang di depan sana adalah hal terindah yang pernah kulihat, dengan segala perjuangan dan kerja keras kita dari hari-hari kemarin, ingatlah, piala bukan tujuan akhir, ia hanyalah bonus. Tapi perjuanganmu, itu yang lebih berharga dari apapun, tak ternilai harganya. Kalian masih 2013, masih belia. banyak kesempatan di depan sana menanti kalian ! Aku sayang kalian, terimakasih sudah mau mewakili himagrotek. Let's burn for the next !)

Makasih juga buat temen-temen ALICE (Didi, Luqman, Nila dan Mentari) yang sudah bersedia mewakili himagrotek. Dan makasih buat temen-temen JUSI (Roni, Oyon, Asif, Darjanto, dan Wildan). Betapa mahalnya sebuah pengalaman. Tetaplah bersyukur dan nikmatilah prosesnya adik-adikku sayang.
I love you more and more :*

*Semata-mata diposting sebagai penyemangat untukku, semoga bisa transfer semangat juga untukmu :)


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hai.. Lama gak ngeblog lagi, lama gak corat coret lagi.. I found the change of my life, now.. 

Rupanya Tuhan sedang memberiku amanat dan tanggung jawab yang cukup besar. Ya, mengemban amanah sebagai seorang Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Agroteknologi periode 2013-2014, hal yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Hal yang belum pernah kutulis dalam buku diaryku. Banyak dari mereka yang bertanya-tanya akan rasa, mata jeli mereka yang menatapku lebih tajam dari mataku sendiri, kepercayaan yang mereka berikan padaku yang lebih dalam layaknya samudra, dan aku hanyalah sebutir pasir yang terkadang masih terombang-ambing di dasar lautan. Namun, dengan segala kerendahan hatiku, terimakasih banyak untuk segala kepercayaan yang telah diberikan. Terimakasih, semoga satu tahun kedepan bisa membawa perubahan yang lebih baik untuk Himagrotek dan teman-teman Agroteknologi.
Tak sanggup kuungkapkan segala rasaku disini, sungguh tak akan cukup. Entah berawal darimana, percayalah aku begitu sayang kalian teman-teman Agroteknologi. I'm proud having you all :))
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Bismillah, ijinkan saya berucap syukur kepada Tuhan. Hari ini, Sabtu, 17 Agustus 2013 Negara Republik Indonesia memasuki usia yang ke-68 tahun. 68 tahun, bukanlah angka yang sedikit. 68 tahun adalah angka yang sangat matang. Ibarat manusia, angka berkepala 6 tersebut pastilah sudah benar – benar matang.  Matang dapat pula diartikan dewasa. Dewasa berarti dapat memahami dan mempertanggungjawabkan segala tindakan, Tapi, apakah bangsa ini matang pula dalam menghadapi segala permasalahan yang terjadi ? Apakah bangsa ini telah matang dalam menyikapi segala konflik, menyingkap segala beda, dan berperilaku dewasa dalam menghadapi tantangan di era globalisasi ini ? Mari kita tanya pada diri kita, sudahkah negeri ini merdeka ? sudahkah bangsa kita memaknai kemerdekaan yang sejati ? kemerdekaan yang seutuhnya murni. Memang benar, apa yang dikatakan oleh Bung Karno yang kurang lebih seperti berikut, “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”. Merdeka berarti bagaimana kita memerdekakan diri dari segala beban yang kita buat sendiri. Kemerdekaan, semoga tak sekadar sepatah kata yang melintas di setiap jiwa bangsa. Di era globalisasi yang penuh dengan tantangan ini, menjadi bangsa yang merdeka tak sekadar berucap semata, namun kita buktikan bahwa kita mampu memerdekakan bangsa ini dari segala aspek yang masih menjadi konflik.
Berbicara tentang kemerdekaan, termasuk pula memerdekakan jiwa – jiwa yang terjerat. Termasuk pula memerdekakan hati yang terpenjara kegelapan. Tatkala semua saling menyingsingkan lengan, memahami solidaritas, toleransi umat, dan bersama mewujudkan visi Indonesia yang sesuai dengan konstitusi. Masa depan terbentang luas, bagi jiwa bangsa yang tak mengenal lelah dalam memperjuangankan nasib bangsa.
Bahwa faktanya makna kemerdekaan sejati belum tersentuh oleh seluruh elemen bangsa. Karena, masih banyak generasi yang hanya menginginkan hal – hal yang instan, masih banyak generasi yang tidak memperhatikan para pejuang yang kini telah terbuang, masih banyak pemimpin negeri yang belum dapat memimpin dirinya sendiri,  dan masih banyak lagi yang tak dapat saya sebut satu per satu.
Maka, melalui opini saya, bukan bermaksud untuk saling menyalahkan, namun marilah kita bersama membuka mata, dan semoga setelah ini akan ada bibit – bibit yang dapat merdeka, yang dapat meneruskan perjuangan para pahlawan dan pejuang yang belum terealisasi, bukan merdeka untuk satu pihak, namun merdeka atas nama Indonesia. Termasuk generasi penerus bangsa melalui cara, upaya, karakter, dan konsentrasi studi masing – masing. Hingga, pada akhirnya cita – cita leluhur bangsa terwujud, yang pada akhirnya menjadi cita – cita bangsa Indonesia sepenuhnya. Sadarkah kita ? Negeri ini banyak dilirik karena potensi yang besar, baik Sumber Daya Alam maupun Sumber Daya Manusia. Sadarkah kita ? telah banyak Negara bahkan lembaga Internasional yang mengakui keberagaman budaya dan sosial masyarakat yang sangat majemuk. Sadarkah kita ? banyak Negara yang cemburu akan kekayaan kita, akan negeri yang sangat  tersohor memiliki lebih dari 17.000 pulau. Namun, semua itu akan sirna, percuma dan sia – sia tatkala tidak diakui oleh bangsa sendiri, tatkala tidak dipelihara dan dirawat oleh bangsa sendiri, tatkala tidak dimanfaatkan untuk anak cucunya kelak, tatkala hanya sifat materialis yang meracuni otak bangsa ini, tatkala hanya mementingkan keegoisan semata.
Jujur, saya selalu merinding dan selalu bangga ketika lagu Indonesia Raya dinyanyikan oleh para pahlawan bangsa yang berjuang demi Tanah Air, ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan di Negara lain. Apakah kau merasakan hal yang sama, hai kawan  ? Maka, melalui tulisan ini semoga kita sebagai bangsa Indonesia bangkit, bangkit dari segala keterpurukan dan jeratan. Tetaplah junjung tinggi nama Indonesia, dimanapun, dan kapanpun kita berada.

Bersama ini, saya juga mengajak kawan – kawan negeri, walau tak dapat membantu banyak, walau tak bertemu muka, namun Tuhan selalu mendengar doa. Kita doakan saudara – saudara kita Ikhwan di Mesir, Mujahidin Suriah, Mujahidin Palestina, semoga bersabar hingga Allah menangkan dan memerdekakan. Karena, Mesir pun merupakan Negara pertama yang mengakui kemerdekaan Negara Indonesia. Sekian, opini saya tentang negeriku tercinta, semoga dapat menjadi semangat bangsa ! 

Berkibarlah Merah Putihku, Tetaplah engkau di dadaku !

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
" BAHAGIA ITU SEDERHANA"



kita tak perlu muluk - muluk agar dipandang tinggi oleh orang. Kita tak perlu menjadi orang lain, menggunakan berbagai topeng. Bahagia itu, ketika kita mencapai puncak dari mimpi kita, namun kita masih memberi kesempatan pada orang lain jika itu yang terbaik baginya. Bahagia itu, tak harus kita yang berada pada posisi tertinggi, atau bahkan jabatan tertinggi. Bahagia itu, ketika kita bisa merelakan apa yang sebenarnya bisa kita lakukan merelakan, mengikhlaskan kepada orang lain yang lebih mampu. Bahagia itu, tidak memaksa. Bahagia itu, ketika bisa melihat orang lain tersenyum, berada pada posisi yang mereka inginkan, berada pada posisi yang mereka mampu lalui, bukan hanya memandang diri saja. Bahagia itu hidup, hidup dan terus hidup dalam balutan rasa ikhlas dan penuh keikhlasan. Bahagia itu, ketika kita tak menyesali semua keputusan dan pilihan, bahkan pilihan ke 1001 sekalipun. Jika memang itu yang terbaik, maka aku ingin menjadi orang yang bahagia dalam kesederhanaan.

Purwokerto, 07-05-13
11.55 PM

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Dan akhirnya, aku kembali hidup. Setelah sekitar 2 bulan menjadi “zombie”. Yah, bukan gila lagi ini namanya. Hidup bagai dikejar – kejar deadline setiap hari, non stop. Setiap malam training debate, jam 00.00 , kadang jam 1 pagi aku baru bisa tenang mungkin, untuk sekedar tidur. Sebentar, tidur ? ya kalau tidak ada tugas kuliah dan laporan. Tapi nyatanya ? hmmm…
Memegang 2 tanggung jawab besar, training dan acara dies natalis himagrotek ke 4. Acara yang berlangsung kurang lebih 3 minggu ini benar – benar WOW ! perlombaan yang tiap harinya harus mengikuti jadwal fix kelas, dsb. Yah, dinikmati. Sebulan kemudian, datanglah laporan yang ini gila juga. Seperti biasa, tulis tangan dan ada 10 laporan yang harus diselesaikan. Rasanya tak ingin menjamahnya, MUAK ! Yah, bayangkan saja hal tulis menulis ini tak dapat ku handle saat sedang ada acara lain, harus butuh konsentrasi. Beda, ketika laporan diketik, kita bisa membawa laptop atau tab yang bisa nyambi pekerjaan yang lain. Ku rasa, dunia sudah sangat modern loh ya. Kalau asisten atau dosen takut karena copast dan sebagainya, ya itu kembali ke tiap – tiap mahasiswanya sih menurutku. You 'll get what you do, right ?
Yah, as soon as possible, laporan selesai meski harus menerpa hujan untuk mengumpulkan. Whatever ! yang penting kemuakanku telah sirna bersama dengan turunnya hujan di kota ini.

Ku kira, ini akhir dari kemuakanku, dan kebahagiaan segera datang ketika aku bisa mencapai malam puncak dies natalis. BUT IT’S NOT THE END, FILD ! 2 hari setelahnya, aku mendapatkan diriku terbaring di rumah sakit, dan itu rasanya sangat sakit sekali, bukan main. Entahlah, mungkin aku sedang dicoba. Tapi, aku yakin Allah sayang padaku. I’LL TAKE THE VALUE OF THIS. Setidaknya, sekarang aku bisa merasakan kehidupanku yang telah lama sekali  tak kurasakan seperti ini. Thanks GOD J
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

You say to me that : " You are too high in dreaming Fildz ! "

I say to you that : " You are too small ! "
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
wander, then you will find friends, experiences and memories that you never imagined before. Go on, until you find a decent place for your heart and your life as well to your future. - Fildzah -


Solo, 25th - 28th January 2013


Flashback , before today, even bofore D-Day, I can't imagine well what will be happen. I think, it just a dream. But, with all of the struggle, with the tones of spirit. Everyday we practice, training and try to be a great debater. I'm still remember , in my birthday I was writing this dream. And finally it's happen. Thanks God, for being me and my team ( Fauzan as 1st speaker, me as 2nd speaker, and Budi as 3rd speaker) as semifinalist novice of SODC 2013, and my N-1, Mbak Tami  as the one of panel adju. Alhamdulillah. And billion thanks, for my beloved ijah and kisti who always make me calm, comfort with the atmosphere of, and accompany us as well. I don't know, without them maybe I was so complicated at all, scary of and so on. Thanks for the memories, still remember our promises one day to be the one of great debater, right ? So, let's play, let's burn ! nothing impossible in this world if we believe on :))

Thanks for this chance, the big experience, expensive moment, great team mate !













Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

That's what we called it "casebuild, team mate, and fighting in debate"  !

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Everything need process and sacrifice to get what we want and what we need. Not as easy as we imagine it. 

Fault, problem, and so on… comes just seems jump for us to build up our self strongly.

Live our life like there’s nothing to worry. Go on ! whoever we are, and wherever we come from is not guarantee to make a better life there. We still have “something” that will bring us into eternity life.




Life is beautiful struggle, completing the uncompleted. 

Believe and remember ! God always be here, He 'll never leave us :))

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar



ALHAMDULILLAH… ALHAMDULILLAH… ALHAMDULILLAH…

Big event that we call it “SEGA-FEST2012” have been done, and success !
BIG THANKS I proudly present for :
1- Thanks God, who always wake me up,  when I’m down , when I’m under pressure  and all of the things.  You’re really my candle.
  - Thanks for my parent who always support me.
  - Thanks for the SUPER OFFICIAL of SEGA-FEST 2012 that I can’t mention you one by one.  Great team work ! I really proud of you, pals.
  - Thanks for each HIMA in Agriculture Faculty that have a billion spirit to join this event. 
  - Thanks for all sponsorship that support in this event.
And thanks for someone there who always remember me “ALL IS WELL” and whoever pray for me, wherever they are.
  
Yap ! Finally CONGRATULATION for all the winner of the 7th Agriculture Debating Championship and 3rd Agriculture English Competition. I hope you’ll give you participations again in the next big event in this Faculty or outside it.
SEGA-FEST 2012 – Viva La SEGA La Vida :))

 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Event division of :

- OSPEK FAKULTAS PERTANIAN UNSOED 2012 - 

- MAKRAB HIMAGROTEK 2012 - 


- FAMILIARITY NIGHT OF SEGA 2012 -



# SELESAI #

Thanks for the organization and committee that especially told me the great experience !

Next target : My project in my work programme of Talent and Development Department 


Here  :            ------> SEGA FEST 2012 <------ font="">


don't forget , follow us : @segafest2012 

Let's play #SEGAFEST2012


I'll wait your participation and contribution pals ! :)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Fildzah Kharisma N.H

Fildzah Kharisma N.H

About me

I’m a girl who loves nature, green, environmentalist, and social humanitarian enthusiasm.

Halaman

  • Home
  • Travel
  • Contact

Visitors

Followers

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

recent posts

Label

  • cerpen
  • English
  • Environment
  • Friends
  • Goresan hati
  • Indonesia
  • Life Traveler
  • Masa sekolah
  • Opini
  • Perjuangan
  • Puisi
  • Religi

Blog Archive

  • Mei 2020 (2)
  • April 2020 (3)
  • November 2019 (1)
  • April 2019 (1)
  • November 2017 (3)
  • Oktober 2017 (2)
  • Januari 2017 (2)
  • Maret 2016 (2)
  • Maret 2015 (1)
  • Januari 2015 (1)
  • Februari 2014 (1)
  • Januari 2014 (1)
  • Desember 2013 (3)
  • Agustus 2013 (5)
  • Juli 2013 (3)
  • Juni 2013 (1)
  • Maret 2013 (3)
  • Februari 2013 (7)
  • Januari 2013 (2)
  • Desember 2012 (6)
  • November 2012 (2)
  • Oktober 2012 (3)
  • September 2012 (1)
  • Agustus 2012 (10)
  • Juli 2012 (2)
  • Juni 2012 (3)
  • Mei 2012 (3)
  • Maret 2012 (1)
  • Februari 2012 (3)
  • Januari 2012 (5)
  • Agustus 2011 (2)
  • Juli 2011 (4)
  • Juni 2011 (3)
  • Mei 2011 (5)
  • April 2011 (2)
  • Januari 2011 (1)
  • Desember 2010 (1)
  • Agustus 2010 (4)
  • Juli 2010 (3)
  • Juni 2010 (7)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates