Diberdayakan oleh Blogger.

Colours of Life

some though of mine, myself, and my life ~


SCATTERED !

Everything seems blur..
Around it is break..
Like using facemask in front of me..
Something that should be closely packed..
But, now it’s SCATTERED !
Laugh when it have to cry..
Challenge when it have to hold in esteem..
Hey ! Can you feel ?
It’s like tremendous strike !
Where’s the heart ?
Where’s the mind ?
Seemingly , NOT HUMAN !
SCATTERED…
Don’t you ever think ?
SHAME…
All , that you have to handle it..
All , that you have to feel in common sense..
All, that you have to do..
Everything is bleariness..











…………………………………..

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

We call it,  DEBATE…
This is about my hobby. Yap, “Debate”.  I used to be a debater when I was in 1st degree of senior high school. I don’t know before why did my teacher choose me, but it might be caused by my achievement when I was in Junior High School. I used to be the representative and delegate from my Junior High School for speech and telling story contest in regency level. But, I think it’s not enough to be a debater because speech is so different with debate. But, I always tried to make it easy and keep it in touch. And always practices english when speak with other. In Senior High School, with my team, usually with David and Dicky. But sometime we always rotate with other team, like Puput , Lulu , Wisnhu , Kak Herwin , Kak Umay , Allaam , Ivan, and so many again. Every week , we always exercise and practices debate, also discuss a great strategic in debate.  Then, we used to be  representative of our school , regency level, also province level. Every competition always have WINNER and LOOSER. But, we believe that we already do the best. I miss you all guys, hopes one day we can meet again then we practice debate, hahaha… remind our beautiful memory in Senior High School. ♥_♥
Then, now…
God give me a chance again, to grow up my talent ,more and more  in some debate competition in college. There are so many ways if we believe that. And I always try to be a best debater, best speaker with give a good and wise matter. In here, there are some different style in debate. More wide, not like when I debate in Senior high School. Yap, there are parliamentary style, British style.  My beloved team in college, Adri and Kak Widhi . Our second team , Budi hamzah, Kak Rose, and Fauzan.  Yap, with them we always try to be a best debater, also with our trainer, Kak Yusuf and Kak Muflikh. Thanks for give us some exercise , training, and so on so far. You always tell us “ it’s your carrier , so you have to build it up more and more, don’t be afraid with a challenge , you have to speak up to the world !” .  Yap , of course ! More over we as a young generation have to change the world with our mind and our extraordinary effort.  God, thanks for this chance.. When I believe that “all will be beautiful and fine at Your time” it happens finer. And hopes, that I can be a debater who have a great idea, great mind then I can give a little positive effect to the world, especially for our nation. Ya.. I hope that. Now, it’s time for me to build it up again, and more seriously in doing this job. And one that you have to know, DON’T HATE DEBATER. Because in here , we debate our argument to produce and result in our goal for better life and better solution. Look our argument, don’t look our cover. And hopes, we can get beneficial from it. 
I’M HAPPY TO BE DEBATER. How about you ?










 
Kak Rose , Fildz , Adri



Debate training


My script - Time split :)


Motion of Debate






Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
My Photograph ^_^

yap, all in here are result of my photograph.. I love this so damn much.. :)


Slawi - Tegal Regency - Central Java


                                                   Jatinegara - Tegal Regency - Central Java                              
             

Harjosari - Adiwerna - Tegal Regency

                       
                                                  Cacaban reservoir - Tegal Regency




Nusa Kambangan island taken from Teluk Penyu Beach


a softly wave, like my heart.... 


Teluk Penyu Beach - Cilacap


a couple , in Teluk Penyu Beach - Cilacap



Railway track - Banyumas



a beautiful way... at Banyumas

Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Well guys, this is my first experience become radio announcer at Dian Swara 98.2 FM Purwokerto.
In that night, 11th of December 2011 at 10 p.m , I have been done my tasks in Student English Forum of Jenderal Soedirman University for 19th Conference. Suddenly, some organizer of SEF told me to be a guest star in Dian Swara, at that time the themes is ALL ABOUT MUSICS. So, they wanted me as a guest star. Ya, I was talking about Musics and soon so far. Why I choose music ? Because with music I can feel comfort, whatever my condition. With playing music, I can feel warm atmosphere in this life. Until my friends request and asking something about musics and other. I back to my boarden house at 00.00 a.m . ya, even tomorrow I have to study in college, but this is the first experience of me joined this program. Thanks for SEF, especially Public Relation Department for give me a chance become your guest star. Hopes you can invite me again in other chance and time. hehehe... Nice to know you.. ^_^









Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hello guys, terasa lama sekali tak berkutik dengan blog ini.. mungkin kalau ini buku, pastilah buku yang sudah usang dan berdebu.. :(
but... ! I'm back, with my new life, new friends, new condition, new family , new study , and all of my life are change.. are you curious ?
yap, sekarang aku sudah memasuki dunia kuliah. Dan telah dinobatkan sebagai mahasiswi Agroteknologi 2011 di Universitas Jenderal Soedirman. Ya.. agroteknologi. banyak sekali kawanku yang kebingungan saat aku mereka tahu bahwa aku disini . I don't know why ? maybe about my field of study and soon so far. But, this is me. really. One day, I want to prove it to you all that I'm appropiate in here. I love this place, I love my new life. And I'm happy in here.
of course, this is the first step I do, for reach my goal. Hopes, I can stand up and strongly also I can feel happy in here.. :)













Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2011
66 tahun Indonesia medeka kawan !! hmm, apa iya ?
Mari kita membaca sejarah yang mengantarkan kita pada saat ini. Saat dimana kita bisa merasakan kemerdekaan, saat dimana kita sudah tak lagi menghirup udara komunis dan penjajah. Saat kita dengan leluasa bisa melihat sang Merah Putih berkibar agung di angkasa. Bisakah kita merasakannya kawan ?
Coba sejenak merenung kejadian sebelum 17 Agustus 1945, 66 tahun yang lalu.
Untuk mengibarkan sang Merah Putih, harus mengorbankan nyawa ribuan pahlawan. Perjuangan mempertahankannya, tak peduli darah dan keringat yang mengalir deras , Betapa besar perjuangan mereka, demi MERAH PUTIH…!!
Tapi , apa balasan kita saat ini kawan ?
Mengapa Kita hanya berdiam diri saja, melihat Indonesia dijajah oleh bangsa sendiri ? mereka melawan Belanda dan Jepang saja bisa , kita ??!
Di ulang tahun Negara kita yang ke 66 ini,perlu adanya tindakan nyata, bukan angan semata.
Wahai generasi muda ! tidakkah kita malu kepada Negara lainnya, mereka begitu bangga dengan bangsanya dan selalu berlomba untuk memberikan yang terbaik untuk negara.
Mungkin banyak dari kita yang terlalu jenuh dengan permasalahan dalam pemerintah, kasus korupsi yang tiada hentinya, tenaga kerja yang tak pernah absen disiksa, lumpur yang semakin meluap, dan masih banyak lagi. Kawan, aku tahu kalian sebenarnya punya banyak mimpi. Namun, mengapa kalian terlalu pesimis , padahal belum mencobanya, meski harus jatuh mengapa tidak bangun kembali ? Kawan, akankah kita berdiam diri saja, melihat bendera kita dilecehkan ? akankah kita diam tanpa kata mendengar lagu daerah kita direbut dan diperdendangkan di negeri orang ?
Bayangkan apa yang akan terjadi jika 60 tahun lalu, Bung Karno sepenuhnya jujur tentang Indonesia. Bayangkan ia berdiri di sebuah podium; ribuan telinga menanti penuh harap di hadapannya. Kemudian dia berkata, “Indonesia adalah bangsa yang buta huruf, 95% penduduk kita tidak dapat membaca. Kurang dari 2% rakyat kita mengenyam pendikikan. Tidak ada yang bisa kita harapkan dari bangsa bodoh ini. Bayangkan betapa hal itu akan jadi pukulan keras bagi semangat kemerdekaan. Tapi Bung Karno tidak pernah mengatakan itu semua. Ia berdiri dengan bangga lalu berkata, “Gantungkan cita-cita mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit; dengan begitu jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang”. Bung Karno bukannya lari dari atau menyembunyikan kenyataan. Dia tahu itu adalah masalah nyata yang pada akhirnya harus mereka hadapi. Namun ia juga tahu, dalam usaha memperjuangkan kemerdekaan, optimisme harus dibangun. – cuplikan Forum Indonesia –
Kawan, jika bukan kita yang menjadi agen perubah dunia, lantas siapa lagi ? jika bukan kita yang maju di barisan paling depan, lalu 66 tahun Indonesia mungkin akan sama dengan peringatan 1 tahun Indonesia meredeka. ! 66 tahun bukan angka yang muda kawan, sudah sepantasnya Indonesia setara. Kemerdekaan yang hakiki adalah rasa keinginan untuk terlepas dari penjajah, bukan hanya penjajah kaum colonial, tetapi penjajah oleh bangsanya sendiri. Kemerdekaan bukan hanya permainan kata – kata belaka tetapi itu janji yang tertoreh dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945.
Dan untuk kedua kalinya , perayaan ini tepat bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan , bulan yang sangat suci dan dengan peringatan Nuzulul Qur’an. Begitu istimewanya angka 17 ini. semoga ini menjadi sebuah berkah tersendiri bagi bangsa kita. Maka dari itu, kita manfaatkan moment yang sangat istimewa ini untuk benar – benar merefleksikan diri sudah sejauh mana , Indonesia merdeka.
Pada akhirnya saya mengucapkan DIRGAHAYU 66 TAHUN REPUBLIK INDONESIA. JAYALAH NEGERIKU, TERUSLAH BERKIBAR MERAH PUTIHKU..!!

Ditulis oleh : Fildzah KNH, 17 Agustus 2011 at alam Indonesia dengan kibaran Merah Putih.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Welcome Ramadhan..this is the 12th fasting day. As we know that ramadhan is the blessing , graceand of course the beautiful month. Give thanks to Allah, I still have the opportunity to meet this month. In this month , I have several hopes and wish. I hopes, I can raise the miracle of it. That many people called “ malam lailatul qodar”.
In that night, we can see many stars looks brightly, and we can feel comfort, peaceful, and different with the last or previous day. As I know, Lailatul Qodar is the better night than thousand months. Wow.. ! it seems miraculous . and surely, I want to get that’s blessing. There are so many people who want to get it, but just little of them. Oh ya ! there was happened some wonder and mysterious phenomenon in the world when lailatul Qodar comes. Like in Mecca , there was a white shape like an angel who stand on Ka’bah, when people was praying . and so many other phenomenon. So, in this beautiful opportunity, I wish I can be more advisable, be patient in facing all of problems, and I can earnest accepting whatever He gives to me. Even I know, that Ramadhan in this time is so different with the past time ! because I must manage my dreams, directing my vision, far from my parent, get new friends, living to serve in people’s city and must be independent people. I try to be what I want to be and doing what I’ll not happen. Because, I try to life with my 2nd choice. Hopes, I can find the light in the darkness. Ramadhan ..… , please give me the miracle !





Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Doing something that never imagined before..
Maybe, some people thinks that it is crazy..
I’ll do as soon as I can..
Because I know, this is best of the best …
And I have seen the light over there..
Then I find the peaceful in my deepest life…
Actually, this is so hard..
I’m sure, another people will not surely strong doing this..
Like blowing a died candles..
Whereas, life must go on..
Move on and never give up..
Just hopes, I can be someone who useful with other…
And always give my smile to the world ever after…^_^
Like the sun that shines brightly..



















Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

ini foto panti asuhan yang akan kami kunjungi untuk memberikan sumbangan buku dan perpustakaan serta buka puasa bersama with @infotegal dan @Lovebooks_Tegal tahun 2011.



tampak luar



                                                    ruang tidur cewek




ruang ngaji




ruang belajar( jadi satu dengan kamar)





dapur & toilet

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Tegal, sejuta sentra produksi yang “ Ngangeni lan Mbetahi”
Ini aku tulis ketika mengikuti lomba menulis di hari jadi Kabupaten Tegal yang ke 410, ya.. sekadar berpartisipasi , semoga bermanfaat..^_^
Saya ingin menciptakan kabupaten Tegal yang benar – benar mewujudkan slogannya yaitu “Ngangeni lan Mbetahi” yang dibuktikan dalam tindakan nyata oleh warga Tegal serta perwujudan dalam upaya meningkatkan potensi daerah.
“Ngangeni lan Mbetahi”, berarti membuat warga Tegal maupun dari daerah lain yang pernah menapaki jejak di Tegal merindukan suasana Tegal serta membuat kerasan warganya yang tinggal di Tegal. Kerinduan akan rasa kebersamaan dan guyup rukun warga Tegal, kerinduan akan suasana lesehan dengan makanan khas Tegal seperti ponggol setan, lengko, dan kupat glabed, kerinduan pada perkataan orang Tegal yang terkenal kasar dan kotor, namun sebenarnya disitulah titik kerinduannya. Oleh karena itu, sebagai warga Tegal, saya berharap kita dapat melayani mereka dengan suguhan khas Tegal yang ngangeni, asri, kental, dan melekat dalam hal budaya, adat istiadat, makanan khas dan yang lainnya. Dan yang pasti menjadikan citra Kabupaten Tegal ini lebih baik di mata masyarakat.
Hal – hal yang perlu ditingkatkan yaitu makanan khas tegal, salah satu contohnya yaitu tahu aci. Sebagai gambaran nyata, kita semua pasti tahu Mc.Donald, KFC, Dunkin Donuts, itu semua khas Amerika. Hampir diseluruh belahan dunia pasti kenal dengan makanan diatas, dan sekali lagi, semua berawal dari sebuah pemasaran yang kecil dan seiring berjalannya waktu semakin meluas hingga seluruh dunia. Melihat kenyataan diatas, bagaimana dengan Tegal ? harapan saya, tentulah pasti kita bisa melakukan seperti halnya Amerika, mulai dari pemasaran yang kecil dan berharap dapat diteruskan hingga ke seluruh dunia, contohnya warteg yang semakin merambah ke berbagai daerah. Dan andaikata itu terjadi, pastilah masyarakat akan semakin bangga dengan Tegal. Serta bisa mendirikan perusahaan tahu aci dengan nama “Tahu Aci, the great food of Tegal” , dan nanti warga Tegal dapat membuat resep dan aneka kreasi baru dalam memasarkan tahu aci, dibuat dalam kemasan yang menarik dan rasa yang unik dan berbeda. Termasuk juga makanan khas tegal yang lainnya.
Bukan hanya dalam makanan khas, termasuk juga dalam bidang industri yang berkembang di masyarakat Tegal, dan masih teringat pada kalimat “Tegal Jepangnya Indonesia”, dari kalimat ini tampak jelas bahwa sebenarnya Tegal sudah cukup dikenal , namun masih perlu ditingkatkan lagi. Baik dalam hal distribusinya, maupun peningkatan produk dan tenaga kerjanya. Masyarakat Tegal sendiri ada yang membuat komponen – komponen kapal, komponen pertanian, konveksi, industri logam, dan kerajinan stralis yang belum tersentuh oleh tangan – tangan trampil , karena masih minimnya sumber daya manusia.Contohnya di Kebasen,Lingkungan Industri Kecil (LIK) yang belum maksimal diberdayakan oleh orang- orang Tegal. Andaikan mimpi saya menjadi kenyataan , Tegal mungkin akan seperti Jerman,yang bisa membuat pesawat terbang, dan mungkin bisa membuat kapal yang begitu besar, sebagai sentra mode, sentra kuliner, dan sentra industri. Atau paling tidak sebagai daerah Industri yang mempunyai ciri khas kedaerahan. Harapan saya, pemerintah daerah dan masyarakat Tegal saling mendukung dan turut berpartisipasi dalam upaya meningkatkan dan memberdayakan Tegal, layaknya air dari hulu ke hilir, yang berharap pemerintah dapat memfasilitasi masyarakat agar lebih memaksimalkan potensi yang ada. Sehingga masyarakat pun sadar akan terciptanya rasa saling gotong royong, dan kebersamaan yang terjalin antara pemerintah dengan warganya.Dengan demikian input daerah semakin maju dan dapat menjadi magnet dari daerah lain untuk menjadi investor di Tegal.
Salah satu upaya peningkatan Sumber Daya Manusia, yaitu dengan mewujudkan budaya membaca kepada seluruh masyarakat Tegal, tanpa terkecuali, karena masih banyak masyarakat Tegal yang buta huruf. Masih banyak masyarakat Tegal yang perlu mendapat perhatian serta pembelajaran khusus. Berdasarkan survei budaya membaca yang saya lakukan pada warga Tegal beberapa waktu lalu di daerah pedesaan dan industri, membuktikan bahwa 40% warga buta huruf, yang didominasi oleh orang dengan usia 30– 60 tahun, bahkan ada beberapa pemuda juga yang masih buta huruf. Artinya masih banyak warga Tegal yang membutuhkan pendidikan. Dan sebenarnya, budaya membaca ini bukan hanya untuk masyarakat yang tidak bersekolah maupun yang telah lanjut usia, sebagai pelajar maupun mahasiswa juga perlu meningkatkan pemahaman membaca dan harapannya dapat mendidik masyarakat luas yang masih perlu mendapat perhatian.Coba kita pikir, bagaimana suatu daerah akan berkembang dan menjadi contoh bagi daerah lain, sementara input dari daerah itu masih lemah? Seperti halnya masyarakat kita, dalam hal membaca contoh kecil saja, dengan membaca akan membuka secercah harapan sehingga akan mewujudkan masyarakat Tegal semakin pintar , berguna, dan tentunya dapat mengembangkan aset daerah yang mungkin tidak diduga sebelumnya. Sehingga terciptalah Tegal yang benar- benar menjadi sentra dari segala produk dan potensi daerah yang “Ngangeni lan Mbetahi” di mata publik.





Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
My father ..
Without you, I don’t have the truth to let it flow…
Without you, maybe I always solve my problem with the tears..
Without you, I can’t be as strong as I can…
Masihkah kau ingat ayah, setiap sore kita duduk bersama menikmati indahnya sore hari hingga matahari terbenam…
Masihkah kau ingat saat malam kebiasaan kita memandang langit penuh gemerlap bintang dan cantiknya bulan..
Kadang dengan alunan nada – nada dan semilir angin malam..
Disana, ku lontarkan segala kesedihanku, segala permasalah hidupku kepadamu ayah..
Dan kau selalu menguatkan aku, kau selalu membesarkan hatiku, hingga segala nasehatmu masih terus kuingat..
Begitupun denganmu , saat kau ada masalah, kau yang selalu ceritakan padaku, meski kadang aku tak mengenal siapa yang kau ceritakan, meski kadang ku merasa bosan dengan ceritamu yang berstandar tinggi, haha.. maaf ayah.. tapi kini ku mengerti , semakin dewasa kini ku pahami dan ku rasakan..
Aku membanggakanmu didepan teman – temanku ayah, saat mereka bangga menceritakan kisah mereka pada teman sebaya, pada pacar. Namun, kau takkan tergantikan..kau adalah orang nomor satu yang selalu mensupport aku apapun keadaanku, bagaimanapun rasa kecewamu padaku, tapi kau tetap memberikan senyuman ikhlasmu…
Masih teringat pula dalam benakku, kau pernah katakan padaku “ Kau bukan anakku ! jika kau selalu menyerah, mengeluh dan selalu menangis didepanku…!! “
Terimakasih Ayah, I’M SRTONGER…
My mother,, thanks for your care to me…
Meski kadang jarang ku ungkapkan permasalahanku padamu, meski kadang aku sering mengecewakanmu,
Kadang aku begitu jauh darimu..maaf ibu…
Tapi, betapapun jauhnya jarak antara kita, kau tetap di hatiku ibu, kau adalah wanita yang kuat, kau adalah wanita yang tangguh..
Terimakasih ibu, atas segala pengorbananmu selama ini…
Maaf, sekali lagi, ku membuatmu kecewa..
Maaf, aku belum bisa menjadi yang terbaik untukmu..
Tapi, ku berjanji, suatu saat nanti, aku akan membuktikan bahwa aku bisa..
Terimakasih ibu, yang selalu menopang aku, yang selalu berkorban demi aku, ribuan kilo jalan yang kau tempuh walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah..
Saat ku dengar, kau selalu menyebut namaku disetiap doa yang kau panjatkan..
Saat ku lihat tetesan air matamu terjatuh …
Andai ku bisa mengusapnya dari wajahmu…
Ibu, kau Seperti udara …
kasih yang engkau berikan.
Tak mampu ku membalas, ibu
Ingin ku dekap dan menangis di pangkuanmu, dan terlelap …
Dengan apa ku membalas semua yang telah kau beri ibu…
Walau kadang tak banyak kata terucap dari mulutmu, hanya bahasa tubuh dan kalbu yang kau perlihatkan, tapi ku tahu, itu semua sangat berarti.. begitu berarti untukku ibu..
Terimakasih Ayah.. Ibu.. telah mendidikku hingga kini aku dewasa, mengerti bagaimana hidup ini, bagaimana lelahnya perjuangan…tanpa kalian , aku takkan pernah sekuat ini…
Tanpa kalian, mungkin aku telah jatuh..kalian begitu HEBAT , LUAR BIASA..! aku bangga memiliki kalian..
Akan slalu kuingat semua petuah dan nasehat kalian dimanapun ku berada nanti, kelak..
I love you..:*
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

Fildzah Kharisma N.H

Fildzah Kharisma N.H

About me

I’m a girl who loves nature, green, environmentalist, and social humanitarian enthusiasm.

Halaman

  • Home
  • Travel
  • Contact

Visitors

Followers

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

recent posts

Label

  • cerpen
  • English
  • Environment
  • Friends
  • Goresan hati
  • Indonesia
  • Life Traveler
  • Masa sekolah
  • Opini
  • Perjuangan
  • Puisi
  • Religi

Blog Archive

  • Mei 2020 (2)
  • April 2020 (3)
  • November 2019 (1)
  • April 2019 (1)
  • November 2017 (3)
  • Oktober 2017 (2)
  • Januari 2017 (2)
  • Maret 2016 (2)
  • Maret 2015 (1)
  • Januari 2015 (1)
  • Februari 2014 (1)
  • Januari 2014 (1)
  • Desember 2013 (3)
  • Agustus 2013 (5)
  • Juli 2013 (3)
  • Juni 2013 (1)
  • Maret 2013 (3)
  • Februari 2013 (7)
  • Januari 2013 (2)
  • Desember 2012 (6)
  • November 2012 (2)
  • Oktober 2012 (3)
  • September 2012 (1)
  • Agustus 2012 (10)
  • Juli 2012 (2)
  • Juni 2012 (3)
  • Mei 2012 (3)
  • Maret 2012 (1)
  • Februari 2012 (3)
  • Januari 2012 (5)
  • Agustus 2011 (2)
  • Juli 2011 (4)
  • Juni 2011 (3)
  • Mei 2011 (5)
  • April 2011 (2)
  • Januari 2011 (1)
  • Desember 2010 (1)
  • Agustus 2010 (4)
  • Juli 2010 (3)
  • Juni 2010 (7)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates